RUANG BEKASI — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi menegaskan bahwa program Ristisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang digaungkan Pemerintah Kota Bekasi merupakan salah satu upaya dalam meminimalisir huru-hara yang kemungkinan terjadi selama proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Kepada Bidang (Kabid) SMP Disdik Kota Bekasi, Agus Enap mengungkapkan, adapun total sekolah swasta yang sudah digandeng Pemkot Bekasi dalam program RSSG berjumlah 60 sekolah dengan kuota 4000 peserta didik.
“Pemkot Bekasi sudah berkomitmen untuk jangan sampai ada anak yang tidak mendapatkan sekolah apalagi sampai tidak sekolah, apapun alasannya. Misal, tidak diterima di SMP negeri, tidak bisa sekolah di swasta, atau tidak bisa sekolah sama sekali,” ujar Agus Enap, Rabu (10/6/2026).
Agus Enap memaparkan, tahun ajaran 2026/2027 ini, terdapat jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 34.600 siswa. Adapun kuota yang bisa tertampung di SMP Negeri sebanyak 18.000 siswa.
“Berdasarkan data yang kami miliki, dari total lulusan SD itu, sudah terserap sekitar 12% di sekolah khusus atau unggul. Ada juga 11% memilih sekolah di luar Kota Bekasi. Jadi, tinggal memenuhi kuota SMP Negeri dan kuota sekolah swasta program RSSG,” papar Agus Enap.
Adapun bagi para peserta didik yang nanti masuk dalam program RSSG, akan dibebaskan dari biaya pendaftaran, biaya uang pangkal, dan SPP selama satu tahun.
Meski begitu, Agus Enap mengatakan bahwa ke depan, akan ada upaya Pemkot Bekasi untuk melanjutkan subsidi pendidikan agar peserta didik program RSSG bisa dibebaskan dari SPP hingga lulus sekolah.
“Intinya, semua anak di Kota Bekasi harus bisa sekolah. Agar tidak adalagi aduan orangtua yang kecewa anaknya tidak bisa masuk ke sekolah negeri dan merasa berat dengan biaya sekolah swasta,” pungkas Agus Enap.[MG]












