RUANG INDONESIA, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menyatakan keprihatinannya atas praktik pungli yang terus berulang tanpa penanganan serius. Ia menegaskan perlunya aparat penegak hukum dan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pungli menelusuri aliran dana pungli yang kerap tidak jelas ujungnya.
“Pungli yang dilakukan oknum petugas Dishub menjadi momok bagi pengendara, khususnya angkutan umum dan barang di Bekasi. Ini bukan cerita baru, tapi selalu terulang. Aparat harus serius mengusut hingga ke akarnya, termasuk mengungkap ke mana uang pungli ini mengalir,” ujar Abdullah, Selasa (18/3/2025).
Abdullah juga menyoroti lemahnya transparansi dari pihak Dishub Bekasi dalam menangani pelanggaran yang dilakukan pegawainya. Selama ini, menurut dia, kasus-kasus pungli hanya berakhir pada sanksi ringan yang tidak menimbulkan efek jera.
“Saat ini yang terjadi justru masyarakat menilai pelaku pungli tidak pernah diungkap jelas ke publik. Sanksinya pun terkesan sangat ringan. Ini yang membuat praktik pungli terus tumbuh subur,” tegasnya.
Lebih jauh, Abduh mengingatkan bahwa maraknya pungli tidak hanya merugikan sopir atau pengusaha angkutan, tetapi juga berpotensi menurunkan tingkat investasi di Bekasi. Investor akan berpikir dua kali menanamkan modal di daerah yang aparaturnya terindikasi bermain kotor.
“Satgas Saber Pungli yang dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 87 Tahun 2016 seharusnya tidak hanya menjadi simbol. Mereka punya fungsi intelijen, pencegahan, penindakan, dan yustisi. Kalau ini dibiarkan, iklim investasi akan terganggu, dan Bekasi akan kehilangan kepercayaan dari investor,” tandasnya.
Abduh meminta agar Dishub Kota Bekasi dan Pemkot tidak menutupi kasus-kasus pelanggaran ini. Penindakan harus dilakukan secara tegas dan diumumkan ke publik. Jika perlu, dilakukan audit menyeluruh terhadap internal Dishub.
“Harus ada keberanian dari kepala daerah dan kepala Dishub untuk membuka semua data dan menindak tanpa kompromi. Jika tidak, citra Bekasi akan tercoreng sebagai kota yang membiarkan premanisme berseragam tumbuh subur,” pungkas Abduh. (Dn)












