RUANG INDONESIA, BEKASI — Meski arus penumpang di Terminal Induk Bekasi baru mulai terlihat, pengelolaan kendaraan menjadi tantangan utama bagi petugas terminal.
Kepala Terminal Induk Bekasi, Robin, mengungkapkan meski jumlah kendaraan yang masuk mulai meningkat, jumlah penumpang untuk bus antarkota dalam provinsi (AKDP) belum menunjukkan lonjakan signifikan.
“Yang terlihat baru kendaraan yang mulai masuk, penumpangnya belum ramai. Kendalanya adalah pengaturan kendaraan yang mulai berdatangan. Kami harus mengarahkan mereka ke tempat parkir alternatif agar tidak terjadi penumpukan di dalam terminal,” kata Robin, kepada Ruang Indonesia, Selasa (25/3/2025).
Robin menjelaskan, mayoritas kendaraan bus menggunakan pool yang terletak di kawasan Betos (Bekasi Town Square), yang menjadi salah satu lokasi pengaturan armada.
Petugas terminal dan pengurus jalur bus bekerjasama agar kendaraan dapat terparkir dengan rapi, tanpa mengganggu kelancaran arus penumpang di terminal.
“Di luar terminal, kami bekerja sama dengan pengurus kendaraan untuk mengatur lokasi parkir agar tidak ada penumpukan. Kami juga terus memantau agar tidak terjadi kemacetan yang mempengaruhi kenyamanan penumpang,” jelas Robin.
Dengan 1.399 penumpang yang tercatat pada 24 Maret 2025 sebagai data awal, pihak terminal masih bersiap untuk menghadapi puncak lonjakan penumpang, yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. (Rck)












