Komisi II Minta Pemkot Bekasi Fokus Tangani Kebersihan Kota dan Sampah Pasca-Lebaran

RUANG BEKASI — DPRD Kota Bekasi menilai, salah satu ujian nyata kinerja pemerintah daerah pasca-Lebaran adalah kemampuan menjaga kebersihan kota dan mengelola sampah secara cepat serta terukur.

Dalam momentum Idul Fitri 1447 Hijriah, DPRD mengingatkan bahwa semangat kesucian dan kebersihan tidak boleh berhenti pada nilai simbolik, tetapi harus diwujudkan dalam tata kelola kota yang lebih tertib.

Anggota Komisi II, Adhika Dirgantara menilai, Pasca-Lebaran, volume sampah rumah tangga biasanya meningkat akibat aktivitas konsumsi, kunjungan keluarga, dan kegiatan ekonomi yang kembali bergerak.

Karena itu, legislatif meminta Dinas Lingkungan Hidup dan perangkat terkait untuk meningkatkan ritase pengangkutan sampah, mempercepat respons terhadap titik-titik penumpukan, dan memastikan tidak ada kawasan permukiman yang terabaikan.

Menurutnya, masyarakat sering kali menilai kinerja pemerintah dari hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika tumpukan sampah dibiarkan terlalu lama, aroma tidak sedap menyebar, dan lingkungan terlihat kumuh, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah ikut menurun.

Hal itu, kata dia, harus menjadi perhatian serius eksekutif setelah libur panjang. Ia menyebut, Idul Fitri seharusnya menjadi momen pembaruan komitmen antara pemerintah dan warga untuk menjaga lingkungan.

Pemerintah pun harus hadir dengan kebijakan yang tegas, sementara masyarakat juga perlu dilibatkan melalui edukasi pemilahan sampah, penguatan bank sampah, dan pengawasan wilayah berbasis RT/RW. Tanpa kerja kolaboratif, persoalan sampah akan terus berulang setiap tahun.

Politisi asal PKS ini juga menilai, persoalan sampah di Kota Bekasi tidak cukup diselesaikan dengan pengangkutan semata.

“Pemerintah daerah harus mempercepat pembenahan sistem dari hulu ke hilir, mulai dari pengurangan sampah di sumber, penguatan armada, hingga keberanian mengambil langkah strategis dalam pengolahan sampah modern. Pasca-Lebaran, masyarakat membutuhkan bukti kerja, bukan hanya narasi,” tegas Adhika.

Komisi II pun, kata dia, memastikan akan terus mengawal isu kebersihan kota sebagai bagian dari pelayanan publik dasar. Idul Fitri 1447 Hijriah, menurutnya, harus menjadi pengingat bahwa kota yang bersih mencerminkan pemerintahan yang tertib dan peduli.[MG/ADV]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *