Momentum Hari Anak Nasional, Syafei: Jangan Sampai Masih Ada Anak Terlantar di Era Modernisasi

RUANG BEKASI Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak.

Anggota DPRD Kota Bekasi, A. Syafei, mengingatkan bahwa ditengah pesatnya pembangunan dan kemajuan teknologi, masih adanya anak terlantar merupakan persoalan yang harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Menurut Syafei, tema Hari Anak Nasional tahun ini, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, tidak akan memiliki makna apabila masih terdapat anak-anak yang hidup tanpa pengasuhan yang layak, putus sekolah, hidup di jalanan, atau tidak mendapatkan perlindungan dari negara.

“Kita hidup di era modernisasi dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Namun, jangan sampai masih ada anak-anak yang terlantar, kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan, kasih sayang, pelayanan kesehatan, dan masa depan yang layak,” ujar Syafei di Kota Bekasi, Kamis (23/7/2026).

Ia menilai, persoalan anak terlantar tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga dipengaruhi oleh lemahnya pengawasan, kurangnya perhatian terhadap pola pengasuhan, hingga perubahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Karena itu, Syafei mengajak pemerintah, keluarga, sekolah, serta masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak-haknya sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Menurut politisi asal Partai Golkar ini, pemerintah daerah perlu terus memperkuat program perlindungan sosial, memperluas akses pendidikan, serta memastikan anak-anak dari keluarga rentan tetap memperoleh pelayanan dasar yang memadai.

“Tidak boleh ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, tidak boleh ada anak yang hidup tanpa perhatian, dan tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depannya. Semua anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” katanya.

Syafei juga menekankan bahwa, keluarga tetap menjadi benteng pertama dalam melindungi anak. Ia berharap, orangtua dapat memberikan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berkarakter, dan memiliki bekal menghadapi tantangan zaman.

“Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana kita mampu memastikan setiap anak tumbuh dengan aman, bahagia, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya. Jangan sampai masih ada anak terlantar di era modernisasi seperti sekarang,” pungkas Syafei.[MG]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *