Resmikan Gedung Baru, Siloam Hospitals Sentosa Perluas Kapasitas dan Layanan Kesehatan di Kota Bekasi

RUANG BEKASI – Siloam Hospitals Sentosa terus memperkuat kapasitas dan layanan kesehatan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kota Bekasi dan sekitarnya. Pengembangan dilakukan melalui penambahan fasilitas rumah sakit serta perluasan layanan medis.

Pengembangan fasilitas diwujudkan melalui pembangunan Gedung B Siloam Hospitals Sentosa yang mulai beroperasi secara bertahap sejak Februari 2025. Pada tahap pertama yang rampung April 2026, pengembangan mencakup ruang rawat inap, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), poliklinik, rehabilitasi medis, farmasi, serta lobi utama.

Pengembangan tersebut meningkatkan kapasitas tempat tidur rumah sakit lebih dari dua kali lipat menjadi 120 tempat tidur. Penambahan kapasitas ini ditujukan untuk memperluas akses pasien terhadap layanan rawat inap, termasuk perawatan pascatindakan dan pemantauan intensif.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, penguatan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Kota Bekasi akan terus berupaya dan berkomitmen dalam pengembangan kesehatan yang menjadi salah satu fokus utama program kita. Harapan hidup saat ini sudah mencapai 80 tahun, karena itu kesehatan beserta fasilitas pendukungnya perlu terus dikembangkan secara konsisten,” ujar Tri saat menghadiri Grand Opening Gedug B Siloam Hospitals Sentosa, Selasa (22/9/2026).

Tri menilai, pengembangan fasilitas rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan gedung dan teknologi. Kualitas sumber daya manusia serta standar pelayanan juga menjadi faktor penting untuk menciptakan layanan kesehatan yang aman dan nyaman bagi pasien.

“Kehadiran Siloam Hospitals Sentosa menjawab kebutuhan masyarakat Bekasi dan sekitarnya. Peningkatan jumlah dan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan ini diharapkan turut mendorong perbaikan indikator kesehatan,” katanya.

Selain menambah kapasitas, Siloam Hospitals Sentosa juga memperluas pilihan layanan medis melalui laparoskopi, Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), Electroencephalography (EEG), Interventional Pain Management, Klinik Vaksinasi, serta Layanan Tumbuh Kembang Anak.

Laparoskopi menjadi salah satu layanan tindakan minimal invasif dengan sayatan yang lebih kecil. Sementara ESWL dapat digunakan sebagai salah satu pilihan penanganan batu saluran kemih tanpa tindakan pembedahan terbuka. Adapun EEG melengkapi layanan pemeriksaan untuk membantu evaluasi kondisi neurologis pasien.

Hospital Director Siloam Hospitals Sentosa, dr. Kristianus Cahyono, MM, EMBA, mengatakan pengembangan rumah sakit dilakukan berdasarkan kebutuhan dan masukan masyarakat yang dihimpun melalui berbagai kanal, termasuk Siloam Online Feedback Aggregator System (SOFAS), Focus Group Discussion (FGD), maupun komunikasi langsung.

“Pengembangan ini bukan semata tentang peningkatan kapasitas, tetapi merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan kontribusi dan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. Kami ingin hadir sebagai mitra kesehatan masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan kuratif, tetapi juga edukasi kesehatan, upaya promotif dan preventif serta berbagai program sosial,” ujar Kristianus.

Pengembangan Siloam Hospitals Sentosa akan dilanjutkan melalui ekspansi tahap kedua. Rencana tersebut mencakup penambahan kapasitas ruang operasi, ICU, serta ruang rawat inap dengan tambahan 30 tempat tidur.

Untuk memperluas akses layanan, rumah sakit juga terus membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, perusahaan asuransi, korporasi, fasilitas kesehatan, dan berbagai mitra lainnya.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas layanan sekaligus memperluas pilihan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang semakin lengkap di Kota Bekasi dan wilayah sekitarnya.[MG]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!