DPRD Nilai Pemerintah dan Aparat Lamban Berantas Obat Terlarang

RUANG INDONESIA, KOTA BEKASI –Penyalahgunaan obat-obatan terlarang di kalangan remaja Kota Bekasi semakin mengkhawatirkan. Namun, langkah pemerintah setempat dinilai belum cukup tegas dalam menangani peredaran narkoba yang semakin merajalela.

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Arif Rahman Hakim, menegaskan bahwa fenomena ini sudah di luar kendali. Ia mendesak Wali Kota Bekasi yang baru dilantik agar tidak tinggal diam.

“Kita melihat tawuran remaja yang banyak memakan korban, dan banyak dari mereka tidak luput dari obat-obatan. Begitu juga dengan geng motor yang meresahkan masyarakat, mereka kerap mengonsumsi obat-obatan terlarang sebelum beraksi,” ujar Arif dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi, Senin (3/3/2025).

Arif mengungkapkan bahwa peredaran obat-obatan terlarang saat ini semakin bebas, dengan modus yang semakin canggih. Banyak oknum memanfaatkan apotek, warung, hingga platform online untuk mengedarkan barang haram tersebut.

Ia juga mengungkap fakta mencengangkan yakni toko-toko yang sebelumnya telah ditutup akibat menjual obat-obatan ilegal justru kembali beroperasi keesokan harinya.

“Saya sudah melaporkan beberapa toko di Kecamatan Medan Satria kepada Satpol PP. Tapi apa yang terjadi? Sempat ditutup, tapi besoknya buka lagi. Ini mencerminkan betapa lemahnya penegakan hukum kita,” tegasnya.

Arif menilai pemerintah dan aparat penegak hukum harus lebih serius dan bertindak lebih keras dalam mengatasi masalah ini. Jika tidak, masa depan generasi muda Kota Bekasi akan semakin terancam.

Saat dimintai pendapat terkait terkait maraknya peredaran narkoba di Kota Bekasi, Kapolres Metro Bekasi Kota, Dani Hamdani, namun dirinya justru memilih menjawab singkat.

“Nanti ya akan dibahas lagi,” katanya singkat, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. (Rck)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *