RUANG INDONESIA, BEKASI – Rumah Zakat kembali mencatatkan keberhasilan melalui program pemberdayaannya dengan menggelar panen raya melon kedua di Greenhouse Melonesia Beken, yang berlokasi di Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini juga menandai dibukanya program Wisata Petik Melon, sebagai upaya mendorong perekonomian desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Greenhouse Melonesia Beken berdiri pada Januari 2025 dan dikelola oleh Kelompok Tani Beken yang beranggotakan delapan orang, resmi terdaftar di Kementerian Pertanian. Dalam waktu kurang dari empat bulan, kelompok ini berhasil melakukan dua kali panen, yaitu pada Februari dan April 2025.
“Pada panen pertama, kami masih dalam tahap uji coba, sehingga hasilnya baru mencapai 30% dari total target. Namun, Alhamdulillah, panen kedua ini jauh lebih optimal berkat kerja keras tim, penguatan soliditas, serta penerapan biosecurity yang ketat,” ujar Hafid, pengurus Greenhouse Melonesia Beken.
Pada musim tanam kali ini, Greenhouse Melonesia Beken membudidayakan dua varietas melon unggulan, yaitu:
-
Okasa F1: Memiliki tekstur daging buah yang lembut, berwarna kuning kemerahan, dengan bobot antara 1,3–1,7 kg per buah, bahkan beberapa buah mencapai 2 kg. Total ditanam sebanyak 250 batang.
-
Japanese Sweetness: Dikenal dengan rasa manis dan kerenyahan khasnya. Varietas ini ditanam sebanyak lebih dari 500 batang, menghasilkan bobot rata-rata 1–1,5 kg per buah.
Sebagai bagian dari upaya mengembangkan sektor agrowisata, kegiatan panen raya juga diramaikan dengan program Wisata Petik Melon. Melalui program ini, pengunjung dapat merasakan pengalaman langsung memetik buah melon terbaik dari kebun.
Sadam Bustomi, Branch Manager Rumah Zakat Bekasi, menjelaskan bahwa program Rumah Melon bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat Desa Sukajaya melalui penguatan kelompok tani lokal.
“Rumah Melon ini kami inisiasi dengan harapan dapat mengangkat perekonomian pedesaan. Saat ini program telah memberdayakan tujuh orang penerima manfaat, di mana kami mendukung penuh mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, pendampingan, hingga pemasaran hasil panen. Harapannya, program ini dapat berdampak secara berkelanjutan,” tutur Sadam.
Antusiasme pengunjung terlihat dari testimoni Milda Silvia Wardani, salah satu pengunjung yang datang dari Kisarang.
“Saya sangat senang berkunjung ke Kebun Melon Family. Banyak sekali buah melon yang bagus dan rasanya manis. Sangat luar biasa karena program ini bisa membuat masyarakat di sini menjadi lebih produktif,” ungkap Milda.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat dan meningkatnya permintaan, Greenhouse Melonesia Beken berencana memperluas lahan tanam. Targetnya, jumlah pot akan ditingkatkan dari 450 menjadi sekitar 700 pot. Dengan perluasan ini, kapasitas produksi diharapkan meningkat hingga lebih dari seribu batang melon, guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus bertumbuh. (Mg)












