RUANG INDONESIA, TANGERANG – Sinar Mas Land melalui Digital Hub menerima kunjungan delegasi tingkat tinggi British Council bersama perwakilan lebih dari 25 universitas terkemuka asal Inggris ke Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB Special Economic Zone (SEZ) di BSD City.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian British Council East Asia Education Week 2026 dan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Inggris, sekaligus menegaskan posisi BSD City sebagai kawasan pendidikan bertaraf internasional.
Agenda ini juga sejalan dengan penguatan hubungan bilateral Indonesia–Inggris, menyusul kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Inggris pada Januari 2026 lalu, yang menempatkan pendidikan tinggi sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia.
Dengan populasi Indonesia yang mencapai sekitar 287 juta jiwa dan didominasi Generasi Z serta Milenial, kebutuhan akan akses pendidikan tinggi berkualitas dinilai semakin mendesak.
Melalui Digital Hub, Sinar Mas Land memperkenalkan visi transformasi BSD City sebagai ekosistem inovasi terintegrasi yang didukung infrastruktur kelas dunia, kepastian regulasi, serta skema investasi bagi institusi pendidikan internasional. Para delegasi juga berdialog langsung dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Dewan Nasional KEK untuk menjajaki peluang pendirian kampus internasional, pengembangan program Transnational Education (TNE), hingga kolaborasi riset jangka panjang.
Sejumlah universitas ternama Inggris yang hadir antara lain King’s College London, Durham University, University of Edinburgh, University of Bristol, University of Glasgow, University of Leeds, University of St. Andrews, University of Liverpool, University of Exeter, dan Newcastle University.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Dr. Beny Bandanadjaja, menilai kemitraan internasional menjadi kunci dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi nasional.
“Indonesia membutuhkan mitra global dalam pengembangan pendidikan tinggi. Inggris memiliki sejarah panjang dalam membangun universitas berkualitas. KEK memberikan kemudahan regulasi bagi universitas asing yang ingin membuka kampus di Indonesia, dengan harapan tidak hanya membangun institusinya sendiri, tetapi juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi nasional,” ujarnya, Rabu, (11/2).
Country Director Indonesia sekaligus Director for Southeast Asia British Council, Summer Xia, menyatakan BSD City dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan East Asia Education Week karena mencerminkan integrasi pendidikan tinggi dengan industri dan inovasi.
“Kawasan ini menunjukkan bagaimana pendidikan, inovasi, dan pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan. Hal ini membuka peluang kemitraan yang lebih berdampak dan berkelanjutan bagi universitas internasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Pengendalian Kawasan Ekonomi Khusus Sekretariat Jenderal Dewan KEK, Bambang Wijanarko, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kehadiran universitas-universitas unggulan Inggris di KEK ETKI Banten dan KEK Singhasari sebagai bagian dari agenda strategis nasional.
CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem pendidikan global di BSD City.
“Melalui Digital Hub dan KEK ETKI Banten, kami membangun ekosistem terintegrasi yang menghubungkan kampus, industri, dan pemerintah. Pendidikan adalah fondasi utama pengembangan kota masa depan,” ujarnya.
Saat ini, BSD City telah berkembang sebagai salah satu smart city terintegrasi terbesar di Indonesia dengan luas lebih dari 6.000 hektare dan proyeksi populasi 4,5 juta jiwa pada 2035. Kawasan ini telah menjadi rumah bagi berbagai institusi pendidikan nasional dan internasional, termasuk Monash University Indonesia, BINUS University, Prasetiya Mulya, Atma Jaya, serta sejumlah sekolah internasional ternama. (Mg)












