Peneliti UPI Bandung Sukses Lahirkan Delapan Paten Baru

RUANG INDONESIA, BANDUNG – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat budaya inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual melalui Direktorat Inovasi, Hilirisasi dan Science Techno Park UPI (DIHSTP UPI). Berbagai hasil riset dosen dan peneliti kini tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga diarahkan menjadi teknologi terapan yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia industri.

Direktur Inovasi, Hilirisasi dan Science Techno Park UPI, Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si., mengatakan hingga triwulan pertama 2026, UPI berhasil mencatat delapan paten dan paten sederhana baru yang terbit melalui pendampingan teknis DIHSTP UPI.

Inovasi tersebut berasal dari berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, teknologi rekayasa, kebencanaan, kecerdasan buatan, hingga lingkungan.

“Penguatan ekosistem kekayaan intelektual menjadi salah satu langkah strategis universitas dalam membangun budaya akademik yang inovatif dan berdampak nyata,” kata Prof. Ida kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Menurut Prof. Ida, perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menghasilkan penelitian berkualitas, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata yang bisa dimanfaatkan masyarakat melalui proses hilirisasi.

“UPI terus mendorong para dosen, peneliti, dan sivitas akademika untuk menghasilkan inovasi yang terlindungi secara hukum melalui paten, desain industri, merek dagang, hak cipta, maupun bentuk kekayaan intelektual lainnya. Ini penting agar hasil riset kampus memiliki nilai tambah, dapat dikembangkan bersama mitra industri, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain penguatan paten, DIHSTP UPI juga menaruh perhatian pada perlindungan desain industri, merek dagang, dan bentuk kekayaan intelektual lainnya sebagai bagian dari strategi komersialisasi inovasi kampus.

Produk inovasi yang telah memiliki perlindungan hukum selanjutnya akan diarahkan ke proses lisensi, pengembangan usaha, hingga hilirisasi bersama mitra industri agar memberikan dampak ekonomi dan sosial lebih luas.

Sebanyak delapan inovator penerima paten dan paten sederhana telah mendapatkan pendampingan teknis dari DIHSTP UPI, yaitu:

  1. Lisna Anisa Fitriana — Formula minuman sachet dari ekstrak brokoli dan pegagan untuk meningkatkan daya ingat.
  2. Lisna Anisa Fitriana — Komposisi bahan kombinasi ekstrak kulit manggis dan pegagan untuk menurunkan glukosa darah.
  3. Triannisa Rahmawati — Sistem pembelajaran kimia nanoteknologi dengan etnosains berbasis realitas berimbuh.
  4. Budi Mulyanti — Mikroaktuator elektromagnetik untuk pompa mikro dengan inti ferit.
  5. Selly Ferani — Alat ukur suhu dan kuat medan magnet berbasis Arduino Nano dan sensor Hall.
  6. Arjuni Budi Pantjawati — Meja getar untuk simulator tanah longsor.
  7. Wildan Aprizal Arifin — Metode prediksi tinggi gelombang laut menggunakan LSTM dan IDW.
  8. Ahmad Mudzakir — Kit percobaan ionometalurgi untuk pungut ulang logam berharga menggunakan cairan ionik.

“Berbagai inovasi tersebut saat ini diproyeksikan untuk memasuki tahap hilirisasi dan penjajakan lisensi bersama mitra industri,” tambah Prof. Ida.

Melalui langkah tersebut, teknologi hasil penelitian UPI diharapkan berkembang menjadi produk dan solusi nyata yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing bangsa.

DIHSTP UPI juga terus memperluas perannya sebagai pusat penguatan inovasi kampus, mulai dari pendampingan kekayaan intelektual, inkubasi bisnis, pengembangan startup berbasis riset, hingga fasilitasi kerja sama industri.

“Kehadiran DIHSTP UPI menjadi bagian penting dari transformasi UPI menuju universitas yang unggul, inovatif, dan berdampak. Dengan meningkatnya jumlah paten dan inovasi yang siap dihilirisasi, UPI menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang produktif dan berorientasi pada kebermanfaatan,” tegas Prof. Ida.

Ia menambahkan, capaian tersebut sekaligus menegaskan posisi UPI sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul di bidang pendidikan, tetapi juga aktif melahirkan inovasi strategis untuk masa depan Indonesia. (Ag)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *