RUANG INDONESIA, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa persoalan sampah di Indonesia kini telah memasuki fase darurat. Ia menilai, perbaikan tata kelola pengelolaan sampah harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
“Sesuai arahan dengan yang terhormat Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita diminta untuk dengan serius melakukan penanganan sampah. Sampah hari ini memasuki kedaruratan,” ujar Hanif saat memberikan sambutan dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2) sebagaimana dikutpi dari Kumparan.
Menurut Hanif, isu sampah menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, ia berharap adanya dukungan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah guna meningkatkan capaian pengelolaan sampah nasional.
Ia memaparkan, sepanjang tahun 2025 terjadi peningkatan pengelolaan sampah secara riil di lapangan.
“Dengan upaya kerja keras kita bersama selama tahun 2025 ini, kita mampu meningkatkan pengelolaan sampah secara riil di lapangan mencapai 25 persen,” tuturnya.
Meski demikian, capaian tersebut dinilai masih jauh dari target nasional pengelolaan sampah tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 63 persen.
Untuk mengejar target tersebut, Hanif meminta seluruh pemangku kepentingan di daerah agar mengaktifkan fasilitas pengelolaan sampah yang telah dibangun. “Kita diminta untuk aktif mengoperasionalkan semua fasilitas yang telah tersedia di lokasi masing-masing, yang merupakan kinerja dari Bapak Menteri PU maupun Bapak Mendagri dalam membangun fasilitasnya,” jelasnya.
Ia optimistis, dengan pengaktifan seluruh fasilitas yang ada, tingkat pengelolaan sampah nasional pada 2026 dapat meningkat hingga 57,3 persen.
“Dengan aktivasi seluruh fasilitas yang ada, maka proyeksi kita minimal tahun 2026 kita akan meningkatkan tingkat kelola sampah sampai di angka 57,3 persen,” pungkas Hanif. (Yd)












