RUANG INDONESIA, BEKASI – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan sementara aktivitas di Zona 4 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, menyusul peristiwa longsor sampah yang terjadi pada Minggu (8/3) dan menewaskan sedikitnya empat orang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa penutupan sementara tersebut dilakukan agar proses pencarian dan evakuasi korban dapat berjalan lebih maksimal.
“Saat ini Zona 4 kami tutup total untuk proses evakuasi. Rata-rata sampah yang masuk itu 7.300 sampai 7.500 ton per hari dengan sekitar 1.200 rit truk,” kata Asep kepada awak media saat meninjau lokasi longsor di Bantargebang, Senin (9/3).
DLH DKI Jakarta tengah menyiapkan lokasi pembuangan lain di zona berbeda di TPST Bantargebang guna mengantisipasi penumpukan sampah dari wilayah Jakarta.
Selain itu, pemerintah juga berupaya mempercepat pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan, Jakarta Utara, agar dapat menampung sebagian volume sampah yang biasanya dibuang ke Zona 4.
“Kami berharap fasilitas RDF di Rorotan bisa segera beroperasi hari ini untuk sedikit mengurangi beban, meskipun kapasitasnya belum maksimal,” ujarnya.
Setelah menerima laporan kejadian, DLH DKI Jakarta langsung mengaktifkan langkah tanggap darurat dengan melibatkan berbagai unsur tim gabungan.
Dilansir dari Antara, tim yang terlibat dalam penanganan insiden ini antara lain Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang.
“Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran,” tandas Asep.(Yd)












