RUANG INDONESIA, BANDUNG – Kontingen karate Jawa Barat membidik gelar juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate 2026 Piala Ketua Umum PB FORKI yang berlangsung di GOR C-Tra Arena, Kota Bandung, 9–12 Mei 2026.
Jawa Barat menurunkan total 102 atlet yang akan bertanding di empat kelompok usia, yakni kadet, U-21, junior, dan senior. Selain atlet, kontingen juga didampingi 15 pelatih serta tiga ofisial.
Wakil Ketua II FORKI Jawa Barat, Arif Hardiana, mengatakan seluruh atlet yang masuk skuad Jabar merupakan hasil seleksi dari rangkaian sirkuit yang sebelumnya digelar.
“Atlet yang masuk dalam tim karate Jabar ini merupakan atlet pilihan dari pelaksanaan sirkuit yang kami gelar. Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari untuk menghadapi kejurnas ini melalui konsep desentralisasi dan sentralisasi,” ujar Arif saat pelepasan dan doa bersama di GOR Sasakawa, Kompleks Olahraga Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (8/5/2026) malam.
Arif menegaskan, Jabar ingin mengembalikan dominasi prestasi karate di level nasional. Meski sejumlah atlet andalan memperkuat perguruan masing-masing, target juara umum tetap dipatok.
“Meski beberapa atlet andalan kita digunakan oleh perguruan pada kejurnas ini seperti dua atlet kita yang di pelatnas yakni Tegar Januar dan Huggies Yustisio. Total ada 23 atlet andalan Jabar yang membela perguruan, tapi kita masih punya peluang untuk menjadi juara umum,” katanya.
Menurutnya, Kejurnas Karate 2026 juga menjadi bagian penting dari persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV yang dijadwalkan berlangsung November 2026.
Sebagian atlet yang masuk tim Jabar, khususnya di kategori U-21, junior, dan senior, merupakan atlet yang dipersiapkan kabupaten/kota untuk tampil di Porprov.
“Kejurnas kali ini menjadi ajang penting bagi mereka untuk menambah jam terbang sekaligus persiapan menuju Porprov Jabar XV. Tidak hanya yang tergabung di tim Jabar tapi juga yang membela perguruan-perguruan,” ucap Arif.
Acara pelepasan tim karate Jabar turut dihadiri orang tua, keluarga, serta kerabat atlet yang memberikan dukungan dan doa.
“Ikhtiar untuk menjadi juara dan berprestasi, tidak hanya di kejurnas, tidak hanya melalui latihan yang rutin dan kerja keras saja. Tapi juga doa dari pelatih dan orang tua, itu menjadi hal penting. Semoga apa yang diharapkan dan menjadi target kita semua, bisa tercapai di kejurnas,” tegasnya. (Ag)












