RUANG INDONESIA, BANDUNG – Pengurus provinsi Federasi Kurash Seluruh Indonesia (Ferkushi) Jawa Barat menggekar rapat kerja provinsi (rakerprov) untuk menyelaraskan program kerja di tahun 2026 dengan pengcab Ferkushi kota/kabupaten. Kegiatan yang diikuti 12 dari 13 pengcab Ferkushi kota/kabupaten digelar di Aula KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Sabtu (9/5/2026).
Ketua Umum Ferkushi Jabar, Akhmad Olih Solihin menuturkan, beberapa program kerja sudah disiapkan pihaknya di tahun 2026. Baik di bidang organisasi maupun pembinaan prestasi.
“Selain silaturahmi, raker ini untuk menyelaraskan program kerja kita di provinsi dengan pengcab Ferkushi kota/kabupaten. Ini menjadi hal yang harus dilakukan sehingga pembinaan serta pengembangan olahraga kurash di Jabar ini semakin baik dan meningkat,” kata Olih saat ditemui usai pelaksanaan raker, Sabtu (9/5/2026).
Di bidang organisasi, Ferkushi Jabar akan terus melakukan upaya pengembangan dengan menambah jumlah kepengurusan di kota/kabupaten. Saat ini, baru 13 kota/kabupaten yang memiliki kepengurusan Ferkushi dari total 27 kota/kabupaten di Jabar.
“Kita pun akan melakukan pembenahan dari sisi keorganisasian termasuk pendataan atlet kurash di Jabar hingga penyelesaian permasalahan lain dari sisi organisasi,” tambah Olih.
Dari sisi pembinaan prestasi, salah satu fokus dalam pembahasan rapat kerja tahun 2026 yakni terkait pelaksanaan Porprov Jabar XV. Setelah resmi dipertandingkan, pendataan atlet dari setiap kota/kabupaten yang akan berlaga di multi even olahraga terakbar di Jabar ini sudah dilakukan.
“Kita tinggal menunggu kepastian venue hingga jadwal pertandingan di Kota Bogor. Apakah di GOR Indoor Pajajaran Hall B, GOR Bogor Selatan ataukah di Green Forest. Setelah venue sudah dipastikan maka akan kekuar jadwal. Ini kita masih menunggu keputusan dari Kota Bogor sebagai tuan rumah setelah CDM Meeting 2 pada Juni 2026 nanti,” Olih memaparkan.
Program kerja lain yang disiapkan di bidang pembinaan prestasi yakni pelaksanaam seleksi daerah. Selekda ini digelar untuk menjaring atlet-atlet kurash Jabar yang akan dipersiapkan untuk gelaran PON Beladiri 2026 di Manado, Sulawesi Utara yang rencananya digelar di Oktober 2026.
Selekda untuk PON Beladiri 2026, lanjut Olih, direncanakan akan dilaksanakan pada Juni 2026. Setiap kota/kabupaten diberikan kebebasan untuk mengirim atlet terbaiknya pada selekda tersebut.
“Apakah atlet tersebut yang sudah terdaftar di portal Jabar Istimewa untuk Porprov Jabar 2026 atau diluar itu. Nanti tinggal bagaimana strategi pelatih di setiap kota/kabupaten menjaga performa atlet karena pelaksanaan PON Beladiri berdekatan dengan Porprov Jabar XV,” Olih menegaskan.
Sementara untuk lebih mengembangkan serta mempopulerkan olahraga kurash di Jabar, Ferkushi Jabar berencana akan menggelar kejuaraan daerah untuk kelompok usia kadet dan junior pasca pelaksanaan Porprov Jabar XV.
Dengan hadirnya kejuaraan di kelompok usia, diharapkan bisa mendorong lahirnya bibit baru atlet kurash di Jabar.
“Yang terpenting, setelah tercatat sebagai atlet kurash, mereka tidak boleh lagi bertanding atau menjadi atlet di cabang olahraga lain. Kalau terjadi, maka atlet yang bersangkutan tidak bisa lagi tampil bertanding di olahraga kurash,” kata Olih. (Ag)












