Kunjungi Pelajar SMAN 22, Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan Pemilih Pemula Jangan Tergiur Money Politik

RUANG BEKASI — Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Vidya Nurrul Fathia mengingatkan pemilih pemula agar tidak mudah terpengaruh informasi politik yang beredar, terutama di ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan Vidya dalam kegiatan Sosialisasi bagi Pemilih Pemula/Pelajar Tahun 2026 yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi di SMAN 22 Kota Bekasi, Rabu (9/9/2026).

Sosialisasi itu diarahkan untuk memperkuat kesadaran politik, partisipasi aktif serta pemahaman demokrasi dan kepemiluan di kalangan pelajar.

Menurut Vidya, menjadi pemilih pemula bukan hanya soal memiliki hak untuk memilih. Generasi muda juga perlu memahami bagaimana menjaga agar pilihan politiknya tidak dipengaruhi informasi yang tidak benar, tekanan, politik uang maupun kepentingan tertentu.

“Pemilih pemula harus menjadi pemilih yang kritis. Jangan langsung percaya terhadap informasi politik yang diterima, tetapi perlu melihat sumber dan kebenaran informasinya sebelum menentukan sikap,” ujar Vidya kepada Ruang Indonesia.

Ia menilai, perkembangan media sosial membuat informasi politik semakin mudah diterima oleh generasi muda. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan partisipasi politik, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan berupa hoaks, disinformasi, kampanye negatif hingga manipulasi informasi.

Karena itu, pendidikan demokrasi perlu diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan jumlah partisipasi pemilih, tetapi juga membangun kualitas pemilih.

Vidya sebelumnya menegaskan bahwa, demokrasi tidak berhenti pada aktivitas mencoblos. Menurutnya, pemilih pemula perlu memahami bahwa suara mereka ikut menentukan arah pembangunan dan masa depan daerah maupun negara.

Bawaslu Kota Bekasi juga terus mendorong pendidikan pengawasan partisipatif bagi generasi muda. Program tersebut diarahkan agar pelajar dan mahasiswa memahami kepemiluan sekaligus memiliki kemampuan untuk ikut mencegah potensi pelanggaran dalam proses demokrasi.

“Generasi muda harus berani menggunakan hak pilihnya, tetapi juga harus memahami bagaimana menjaga demokrasi tetap jujur, adil dan berintegritas,” kata Vidya.

Dengan pendekatan tersebut, sosialisasi pemilih pemula diharapkan tidak berhenti pada peningkatan angka partisipasi, tetapi menghasilkan generasi pemilih yang lebih sadar, kritis dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan politik.[MG]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!