Ruang Sumedang – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang menggelar Kegiatan DBH CHT kepada 140 peserta yang sudah melalui proses penyaringan oleh pihak perusahaan yang bekerjasama dengan BLK Sumedang.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat banyak pelatihan yang disediakan, diantaranya Operator Packing Makanan, Internet Marketing, dan Barista.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengungkapkan rasa syukur mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut. Menurutnya, hal itu dapat menjadi potensi pengurangan jumlah pengangguran di Kabupaten Sumedang.
“Pelatihan ini sudah jelas penempatannya, peserta yang mengikuti pelatihan langsung di serap oleh perusahaan yang sudah bekerjasama dengan BLK Sumedang,” ujar Dony kepada awak media, Rabu (26/10/2022).
“Karena pengurangan angka pengangguran bisa dilakukan dengan diadakannya pelatihan, terutama bagi anak-anak yang baru lulus sehingga bisa mendapatkan penghasilan,” lanjutnya menambahkan.
Ia mengungkapkan, angka pengangguran di Kabupaten Sumedang sendiri saat ini relatif sudah menurun dari tahun sebelumnya. Tercatat, saat ini kira-kira hanya tersisa sekitar 50 ribu pengangguran.
“Pelatihan berbasis penempatan akan terus dilakukan sebagai bentuk ikhtiar mengurangi angka pengangguran di Kabupaten sumedang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPTD BLK Sumedang, Irma Dewi Agustin mengatakan, peserta yang terdaftar pelatihan sebelumnya ada sekitar 700 orang, kemudian disaring kembali hingga 140 peserta yang mengikuti pelatihan di BLK Kabupaten Sumedang.
“Untuk penyaringan peserta dilakukan langsung oleh pihak perusahaan dengan melakukan psikotes dan wawancara, tidak ada keterlibatan BLK Sumedang dalam memilih peserta yang terjaring,” ungkapnya dalam kesempatan yang sama.
Ia pun berharap, kedepannya masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumedang dapat mengikuti pelatihan di BLK sebagai bentuk mengurangi angka pengangguran.
“Ayo ikut pelatihan di BLK Sumedang, pelatihannya gratis, kita akan mengupayakan lowongan pekerjaan dengan berkolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri dan akademisi sehingga penekanan angka pengangguran bisa terwujud melalui peningkatan kompetensi, kalau orang sudah berkompeten dia pasti bisa bekerja ataupun berwirausaha,” pungkasnya.[YNT]












