Cekcok Warga dengan Oknum RT: Bermula dari Pot Berujung Ancaman Pemagaran

RUANG INDONESIA, TANGERANG – Ketegangan terjadi di sebuah lingkungan perumahan yang diketahui berada di Desa Tanah Merah, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang antara seorang penghuni baru dengan oknum Ketua RT dan beberapa warga lainnya.

Pemilik akun Tiktok @kinoykineh membagikan momen tersebut dalam video berdurasi 3:12 yang telah ditonton oleh 400 ribu lebih warganet.

@kinoykineh Permisi izin Tolong vitalkan saya sebagai warga Baru kp.Tanah merah desa tanah merah Sepatan timur kab. Tangerang Rt tidak mencerminkan perilaku yang baik harusnya sesama warga antar warga mendamaikan rukun akur dan mengayomi warga tapi malah Rt yang memulai kegaduhan dengan warga nya sendiri mengancam dan membawa benda tajam gunting mau menusuk Tolong di sebar luaskan @Info Tangerang @Kecamatan Tangerang @About Tangerang @infosepatantimur @kelurahan sepatan @kec.sepatan_timur @SBH SEPATAN TIMUR @polsek tangerang @polseksepatan @Polsek Kedawung ♬ suara asli – Syakinah12

Ketika dihubungi redaksi Ruangindonesia.id, korban menceritakan kronologi perselisihan ini bermula dari peletakan sebuah pot di depan rumah tersebut.

Awalnya, warga baru itu dengan baik-baik menanyakan kepada Ketua RT mengenai keberadaan pot tersebut, mengira bahwa tanah di depan rumahnya adalah jalan umum karena telah dipasangi batu konblok. Ketua RT pun menjawab bahwa tidak masalah jika pot tersebut dipindahkan.

Namun, setelah pot tersebut dipindahkan, keesokan harinya pot itu diletakkan kembali di depan rumah. Merasa bingung dan kesal, korban kembali memindahkan pot yang menghalangi akses ke rumahnya tersebut ke tempat yang lebih jauh.

“Tidak berselang lama, area depan rumah kami justru ditutupi dengan batu-batu, membuat saya semakin bertanya-tanya mengenai niat dari oknum RT tersebut,” ujar korban, Minggu (3/2).

Pemilik akun menambahkan bahwa puncak ketegangan terjadi ketika suami dari warga baru membuat status WhatsApp yang kemudian tersebar dan menarik perhatian Ketua RT serta warga lainnya.

“Situasi semakin memanas ketika warga berkumpul di depan rumah warga baru tersebut, bahkan ada yang membawa gunting, diduga untuk mengintimidasi saya dan keluarga. Ketua RT yang hadir dalam kerumunan terlihat ikut serta dalam perdebatan sengit tersebut,” kata korban.

Informasi yang didapat, korban juga pernah ditegur oleh Ketua RT mengenai parkir motor di depan rumahnya. Warga menerima teguran tersebut dan tidak mempermasalahkannya.

Namun, saat rumahnya direnovasi, tidak ada peringatan sejak awal mengenai batas bangunan yang disebut terlalu maju. Baru setelah renovasi selesai, muncul keluhan terkait dengan posisi pagar rumahnya.

Pada suatu subuh, ketegangan kembali meningkat ketika warga baru mendapati akses tanjakan masuk ke rumahnya dihancurkan dan disebut sebagai tanah milik pribadi oleh oknum RT tersebut.

Bahkan, konon muncul ancaman bahwa area tersebut akan dipagar permanen, semakin memperkeruh suasana. (Dn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *