RUANG INDONESIA, KOTA BEKASI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi bakal memulai persiapan untuk menghadapi lonjakan pemudik menjelang Lebaran 2025, yang akan berlangsung pada 24 Maret hingga 8 April 2025. Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menyatakan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan berbagai aspek, termasuk personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait.
“Persiapan yang kami lakukan mencakup kesiapan personel, sarana dan prasarana, penyiapan terminal keberangkatan, serta koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait lainnya,” ujar Zeno selepas Apel pada Senin (17/3/2025).
Zeno juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap praktik penjualan tiket bus yang tidak sesuai dengan ketersediaan armada.
“Kami memastikan tidak ada bus antar kota antar provinsi (AKAP) maupun bus antar kota dalam provinsi (AKDP) yang menjual tiket tanpa menyediakan kendaraan,” ungkapnya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Dishub Kota Bekasi bersama Polres Metro Kota Bekasi, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan Kementerian Perhubungan telah melakukan ramp check terhadap bus AKAP dan AKDP sebanyak delapan kali.
“Tujuan utamanya adalah memastikan semua bus yang digunakan saat angkutan Lebaran memenuhi standar teknis dan layak jalan,” kata Zeno.
Sementara itu, Kepala Polres Metro Kota Bekasi, Kombes Pol. Asep Kurnia, menambahkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan terhadap armada transportasi selama periode angkutan Lebaran.
“Kami akan menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan pemudik,” ujarnya.
Dengan langkah-langkah ini, Dishub Bekasi berharap dapat menyediakan layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi pemudik serta mengurangi potensi gangguan selama masa mudik Lebaran 2025.
“Kami berharap segala persiapan ini dapat meminimalisir gangguan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan,” tutup Zeno. (Rck)












