RUANG INDONESIA, BEKASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, atas inisiatif mengedukasi kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan Car Free Day (CFD) hari ini, mengangkat tema “Kesiapsiagaan Sejak Usia Dini” dan menyasar peserta dari kalangan anak-anak.
Langkah ini dianggap strategis, mengingat Bekasi merupakan salah satu wilayah perkotaan dengan potensi risiko bencana yang cukup tinggi. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, sepanjang tahun 2024, terdapat lebih dari 3.000 kejadian bencana di Indonesia, dengan bencana hidrometeorologi (banjir, cuaca ekstrem) mendominasi 90% di antaranya. Kota Bekasi sendiri termasuk daerah rawan banjir, kebakaran permukiman, serta potensi gempa bumi akibat aktivitas sesar lokal.
“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus dibekali sejak dini dengan pengetahuan kesiapsiagaan. Kota Bekasi sebagai kawasan urban sangat rentan terhadap bencana, baik alam maupun non-alam. Edukasi ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih tangguh,” ujar Tri Adhianto.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada berbagai jenis bencana, cara-cara penyelamatan diri, hingga praktik simulasi evakuasi sederhana. Metode penyampaian dibuat interaktif dan menyenangkan agar lebih mudah dipahami dan diingat.
Kegiatan edukatif ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak orang tua yang mengaku senang adanya program seperti ini di tengah aktivitas CFD, karena memberikan manfaat ganda: hiburan sekaligus pembelajaran penting bagi anak-anak.
Menurut catatan BNPB, 35% korban terdampak bencana di Indonesia dalam lima tahun terakhir berasal dari kelompok usia anak-anak dan remaja. Fakta ini menegaskan pentingnya edukasi kesiapsiagaan sejak usia dini sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko bencana di tingkat komunitas.(*)












