RUANG INDONESIA, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan akan menertibkan jam operasional lapangan padel yang berada di kawasan padat penduduk.
Kebijakan ini diambil menyusul banyaknya laporan warga yang mengeluhkan kebisingan aktivitas olahraga padel, terutama pada malam hari.
Pramono menyatakan, Pemprov DKI Jakarta tidak menolak perkembangan olahraga yang kini digemari masyarakat.
“Aktivitas tersebut (olahraga padel) harus tetap memperhatikan kenyamanan lingkungan sekitar, khususnya warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi lapangan,” kata Pramono, Senin, (23/2).
Menurutnya, keluhan warga yang terganggu hingga tidak bisa beristirahat akibat suara teriakan pemain padel menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kondisi tersebut dinilai tidak adil bagi warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan balita.
Pramono mengungkapkan, laporan keberatan datang dari sejumlah wilayah, di antaranya Haji Nawi, Cilandak, hingga Rawamangun.
Menindaklanjuti hal tersebut, Balai Kota Jakarta akan menggelar rapat khusus guna mengevaluasi perizinan serta aturan operasional lapangan padel.
Ia menegaskan, pembatasan jam operasional tidak akan diterapkan secara menyeluruh.
“Lapangan padel yang berada di kawasan komersial atau fasilitas olahraga khusus tetap diperbolehkan beroperasi tanpa pembatasan waktu yang ketat, Sebaliknya, lapangan padel yang berdekatan langsung dengan permukiman wajib mengikuti pengaturan jam bermain demi menjaga ketenangan dan kenyamanan warga,” pungkas Gubernur DKI Jakarta.
Pram menilai, pengaturan ini juga demi menciptakan suasana bermain yang lebih nyaman bagi semua pihak. (Yd)












