RUANG INDONESIA, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mengklaim perbaikan jalan di sejumlah titik akan rampung paling lambat H-10 Lebaran. Target tersebut disiapkan untuk memastikan kondisi jalan lebih siap menghadapi arus mudik.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan percepatan pekerjaan bisa dilakukan karena proses lelang proyek sudah dimulai sejak Desember 2025.
“Di awal 2026 ini alhamdulillah kita sudah mulai pekerjaan karena sejak Desember sudah proses lelang. Jadi Januari kita sudah bisa mulai bekerja,” kata Idi, Jumat (6/3/2026).
Perbaikan jalan dilakukan dengan metode beton maupun aspal. Namun karena curah hujan masih tinggi, di beberapa titik digunakan metode patching beton fast track agar jalan bisa lebih cepat dilalui kendaraan.
“Dengan beton fast track sekitar tiga hari sudah bisa dilewati,” ujarnya.
Saat ini pekerjaan berlangsung di beberapa ruas seperti Jalan Juanda dan Jalan Dewi Sartika. Pemerintah menargetkan seluruh perbaikan di titik prioritas selesai H-10 Lebaran untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik.
“Baru tahun ini di awal Januari kita sudah bisa bekerja, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan jalan lebih awal,” katanya.
Selain perbaikan jalan, Pemkot Bekasi juga menghentikan sementara aktivitas galian kabel optik yang dinilai kerap merusak jalan.
“Kalau sekarang ada galian optik, itu pasti ilegal karena kita sudah stop semua dan tidak ada rekomendasi yang dikeluarkan,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemkot Bekasi juga menyiapkan pembangunan sejumlah folder atau kolam retensi untuk mengurangi titik banjir pada 2026, termasuk di wilayah Pondok Melati, Kaliabang, dan kawasan PT Timah. (MG)












