RUANG BEKASI — Pelayanan kesehatan menjadi salah satu sektor yang paling disorot kalangan legislatif pasca-Lebaran 1447 Hijriah.
DPRD Kota Bekasi menilai, di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat setelah masa libur, fasilitas kesehatan harus tetap siaga dan memberikan pelayanan maksimal, terutama di puskesmas, rumah sakit daerah, dan layanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tumpuan warga.
Anggota Komisi IV, Ahmadi menegaskan, pasca-Lebaran kerap muncul lonjakan kebutuhan layanan kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan, kelelahan, penyakit musiman, hingga kontrol rutin pasien.
Karena itu, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, jam layanan, dan sistem rujukan berjalan normal tanpa hambatan. Masyarakat tidak boleh dirugikan hanya karena transisi dari masa libur ke hari kerja.
Pria yang akrab disapa Madonk ini menilai, Momen Idul Fitri mengajarkan pentingnya kepedulian, keikhlasan, dan empati terhadap sesama. Nilai tersebut sangat relevan dalam pelayanan kesehatan yang menyangkut kebutuhan paling dasar manusia.
“Pelayanan kesehatan yang lambat atau kurang ramah bukan hanya masalah teknis, tetapi juga menyangkut rasa kemanusiaan yang harus dijaga oleh seluruh aparatur pelayanan,” tegas Madonk.
Ia pun meminta Dinas Kesehatan untuk memperkuat monitoring terhadap puskesmas dan fasilitas kesehatan lain, terutama pada hari-hari awal pasca-Lebaran.
Menurutnya, Pemerintah perlu memastikan tidak ada keluhan serius terkait antrean, keterbatasan dokter, ketidaksiapan loket, maupun kendala administrasi yang berpotensi menghambat warga mendapatkan layanan medis.
“Intinya, kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu indikator paling nyata dari kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami berharap, Pemerintah Kota Bekasi mampu memperlihatkan kinerja yang sigap, manusiawi, dan berpihak kepada kebutuhan warga, khususnya di sektor kesehatan yang menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.[MG/ADV]












