Meningkat Signifikan, Ini Data Lonjakan Migrasi Penduduk Pasca Lebaran 2026 di Kota Bekasi

RUANG BEKASI — Arus migrasi penduduk masuk ke Kota Bekasi pasca Idul Fitri 2026 mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, tercatat peningkatan signifikan pada bulan April 2026, seiring momentum arus balik Lebaran.

Pada tahun 2026, jumlah penduduk yang masuk ke Kota Bekasi tercatat naik dari 2.851 jiwa pada Maret menjadi 6.042 jiwa di April.

Artinya, terjadi kenaikan sebesar 3.191 jiwa atau sekitar 111,92 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2025, di mana kenaikan pasca Lebaran tercatat sebesar 1.199 jiwa atau 34,18 persen (dari 3.508 jiwa pada Maret menjadi 4.707 jiwa di April).

Berdasarkan wilayah tujuan, Kecamatan Bekasi Utara menjadi daerah dengan jumlah pendatang tertinggi pada tahun 2026, yakni mencapai 717 jiwa.

Sementara itu, Kecamatan Pondok Melati mencatat jumlah kedatangan terendah dengan 264 jiwa. Pada tahun sebelumnya (2025), Bekasi Utara juga menjadi wilayah tujuan utama dengan 613 jiwa, sedangkan jumlah terendah berada di Kecamatan Medan Satria sebanyak 208 jiwa.

Jika dilihat dari daerah asal, mayoritas pendatang pada April 2026 berasal dari luar provinsi dengan jumlah 3.066 jiwa atau 50,74 persen.

Dari angka tersebut, Provinsi DKI Jakarta menjadi penyumbang terbesar dengan 1.305 jiwa atau 21,60 persen. Selain itu, migrasi antar kabupaten/kota di Jawa Barat juga cukup tinggi, yakni 1.419 jiwa (23,49 persen), disusul perpindahan antar kecamatan sebanyak 1.011 jiwa (16,73 persen), antar kelurahan 540 jiwa (8,94 persen), dan dalam satu kelurahan sebanyak 6 jiwa (0,10 persen).

Sementara itu, pada tahun 2025, komposisi migrasi didominasi oleh perpindahan antar provinsi sebanyak 2.619 jiwa (55,64 persen), dengan DKI Jakarta sebagai asal terbanyak yakni 1.142 jiwa (24,26 persen).

Disusul perpindahan antar kabupaten/kota di Jawa Barat sebanyak 1.034 jiwa (21,97 persen), antar kecamatan 687 jiwa (14,59 persen), antar kelurahan 364 jiwa (7,73 persen), serta dalam satu kelurahan sebanyak 3 jiwa (0,06 persen).

Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Taufiq R Hidayat dalam keterangannya menyampaikan, bahwa lonjakan migrasi pasca Lebaran merupakan fenomena rutin yang terjadi setiap tahun, namun pada 2026 terjadi peningkatan yang jauh lebih signifikan.

“Peningkatan arus migrasi pasca Idul Fitri tahun ini cukup tinggi, bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Bekasi masih menjadi daerah tujuan utama bagi masyarakat yang mencari peluang kerja dan kehidupan yang lebih baik,” ujar Taufiq, dikutip Selasa (5/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa, pihaknya terus melakukan pemantauan serta pengendalian administrasi kependudukan guna memastikan tertib administrasi bagi para pendatang baru.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang datang ke Kota Bekasi untuk segera melaporkan diri dan mengurus administrasi kependudukan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga validitas data serta mendukung perencanaan pembangunan daerah,” pungkasnya.[MG]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *