RUANG BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi memastikan ketersediaan sejumlah bahan kebutuhan pokok di wilayahnya masih dalam kondisi aman. Meski demikian, pergerakan harga sejumlah komoditas, khususnya ayam dan telur, tetap menjadi perhatian dalam upaya menjaga stabilitas inflasi daerah.
Kepala Seksi Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, Eko Wijatmiko, mengatakan kondisi harga di lapangan dapat berbeda antara satu pasar dengan pasar lainnya. Hal tersebut mengingat Kota Bekasi memiliki sejumlah unit pasar yang tersebar di berbagai wilayah.
“Untuk Kota Bekasi terdiri dari 11 unit pasar, harga pasti berbeda-beda,” kata Eko kepada Ruang Indonesia, Rabu (12/8/2026).
Menurut Eko, salah satu komoditas yang saat ini menjadi perhatian adalah ayam. Ia menduga meningkatnya permintaan dapat dipengaruhi oleh kembali aktifnya sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga kebutuhan terhadap komoditas tersebut ikut meningkat.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pasokan yang diterima pedagang pengecer di sejumlah pasar. Namun, Eko memastikan secara umum belum terdapat indikasi kekurangan persediaan bahan pokok di Kota Bekasi.
Selain ayam, harga telur juga menjadi bagian dari komoditas yang terus dipantau. Sementara itu, sejumlah komoditas lain yang sebelumnya mengalami kenaikan harga mulai menunjukkan penurunan.
“Bawang putih kemarin naik, tapi saat ini sudah turun. Kedelai tadinya naik, sudah turun,” ujarnya.
Adapun untuk kacang tanah, menurut Eko, kondisi harganya masih relatif normal. Salah satu faktornya adalah tingkat permintaan yang tidak setinggi komoditas kedelai.
Dari sisi inflasi, Eko menyebut angka inflasi untuk kelompok pengeluaran bahan makanan berada di kisaran 0,43 persen. Namun, ia menyampaikan angka tersebut masih relatif aman dalam konteks pemantauan kondisi harga bahan pangan.
Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Bekasi juga menyiapkan kembali pelaksanaan operasi pasar. Langkah tersebut direncanakan dilakukan menjelang akhir tahun, terutama bertepatan dengan momentum hari besar keagamaan ketika kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok biasanya meningkat.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bekasi akan menggandeng Perum Bulog untuk penyediaan sejumlah komoditas, termasuk beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
“Kita bekerja sama dengan Bulog saja untuk beras SPHP dan sebagainya,” jelas Eko.
Ia menegaskan, berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, persediaan bahan pokok di Kota Bekasi saat ini masih mencukupi. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan.
“Persediaan aman, tidak ada kekurangan,” pungkasnya.
Pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Disdagperin Kota Bekasi sebelumnya juga menempatkan ketersediaan kelompok bahan pokok dan pengendalian laju inflasi sebagai salah satu sasaran dalam perencanaan kinerja perangkat daerah.[MG]












