RUANG BEKASI – Ketua Umum SOMASI, Budi Ariyanto, berupaya mengubah citra komite sekolah yang selama ini kerap mendapat stigma negatif.
Setelah dipercaya menjadi Ketua Komite SDN Kayuringin Jaya 2, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Budi memilih menunjukkan peran komite melalui berbagai langkah nyata di lingkungan sekolah.
Salah satu upaya yang dilakukannya yakni dengan memanfaatkan lahan pekarangan sekolah yang sebelumnya belum digunakan secara optimal.
Adapun lahan yang dimanfaatkan berukuran sekitar 20 x 8 meter dan ditata menjadi area taman sekaligus tempat duduk bagi orangtua murid.
Menurut pria yang juga seorang aktivis sosial itu, penataan tersebut dilakukan karena selama ini orangtua murid yang mengantar maupun menjemput anak belum memiliki tempat yang memadai untuk menunggu. Mereka, kata Budi, bahkan kerap memanfaatkan trotoar di sekitar sekolah sebagai tempat duduk.
Kondisi tersebut kemudian menghadirkan inisiatif baginya untuk memanfaatkan lahan yang tersedia agar dapat memberikan ruang yang lebih nyaman bagi para orangtua.
Menariknya, proses penataan lahan tersebut dilakukan menggunakan dana pribadi Budi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekolah dan orangtua murid.

Budi mengatakan, langkah tersebut bukan semata-mata untuk melakukan perubahan fisik terhadap lingkungan sekolah. Lebih dari itu, ia ingin menunjukkan bahwa keberadaan komite sekolah dapat memberikan manfaat nyata bagi sekolah maupun masyarakat di lingkungan pendidikan.
“Komite sekolah harus benar-benar hadir dan bisa memberikan manfaat nyata. Jangan sampai keberadaan komite hanya dipandang dari sisi negatif. Kami ingin menunjukkan bahwa komite juga bisa berbuat dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan sekolah maupun orangtua murid,” ujar Budi di Kota Bekasi, Sabtu (15/8/2026).
Ia berharap, perubahan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan terhadap komite sekolah. Menurutnya, komite memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan mendukung kegiatan pendidikan.
Budi juga menilai, perhatian terhadap kebutuhan sederhana di lingkungan sekolah tetap memiliki arti penting. Salah satunya dengan menyediakan ruang yang layak bagi orangtua saat menunggu anak.
“Ini memang sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa memberikan manfaat. Yang terpenting adalah bagaimana kita hadir dan melihat apa yang dibutuhkan orangtua serta sekolah,” katanya.
Ke depan, ia berharap komite sekolah dapat terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pihak sekolah serta orangtua murid. Dengan demikian, keberadaan komite tidak hanya dikenal secara struktural, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.
“Melalui langkah tersebut, kami ingin membuktikan bahwa perubahan citra komite sekolah dapat dimulai dari tindakan sederhana yang menyentuh kebutuhan nyata di lingkungan sekolah,” pungkasnya.[MG]












