RUANG BEKASI — Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi mengapresiasi terbitnya Buku Kompilasi Fatwa Pilihan untuk Masyarakat Kota Bekasi yang diterbitkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Selasa (18/8/2026).
Buku tersebut dinilai dapat menjadi salah satu rujukan penting bagi masyarakat dalam memahami persoalan keagamaan yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Plt Ketua Kemenag Kota Bekasi, H. Abdul Syakur, dalam kegiatan sosialisasi Fatwa MUI sekaligus serah terima buku Kompilasi Fatwa Pilihan untuk Masyarakat Kota Bekasi.
Menurut Abdul Syakur, kehadiran buku kompilasi fatwa memiliki nilai strategis karena masyarakat saat ini menghadapi berbagai persoalan baru yang membutuhkan penjelasan dan panduan dari perspektif keagamaan.
“Kami sangat mengapresiasi terbitnya buku Kompilasi Fatwa Pilihan ini. Ini merupakan karya yang sangat baik dan tentu memiliki manfaat bagi masyarakat, khususnya sebagai rujukan dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan yang berkembang,” ujar Abdul Syakur kepada Ruang Indonesia.
Ia menilai, kompilasi tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai berbagai fatwa MUI, terutama menyangkut persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Terlebih, materi dalam buku tersebut tidak hanya membahas persoalan akidah dan ibadah, tetapi juga mencakup sosial budaya, muamalah digital, persoalan kehalalan pangan, obat-obatan, aspek medis, hingga isu-isu kontemporer dan kebangsaan.
“Sekarang ini banyak persoalan baru yang muncul seiring perkembangan zaman, termasuk di ruang digital. Karena itu, masyarakat membutuhkan rujukan yang dapat memberikan pemahaman keagamaan secara tepat,” katanya.
Abdul Syakur juga melihat penerbitan buku tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan MUI memiliki peran penting dalam memberikan panduan keagamaan sekaligus membantu menjaga kehidupan masyarakat agar tetap berjalan dalam koridor nilai-nilai agama, toleransi dan kebangsaan.
“Ini tentu menjadi bagian dari sinergi yang baik antara MUI dengan Kemenag dan stakeholder lainnya. Kami berharap buku ini tidak hanya berhenti sebagai dokumen, tetapi benar-benar dimanfaatkan dan disosialisasikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyambut baik langkah MUI Kota Bekasi yang mendistribusikan cetakan awal buku tersebut kepada sejumlah stakeholder, termasuk MUI tingkat kecamatan, Kemenag Kota Bekasi, BAZNAS Kota Bekasi serta organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah dan Dewan Dakwah Indonesia.
Abdul Syakur berharap distribusi tersebut dapat memperluas pemanfaatan buku sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam memberikan pemahaman keagamaan yang moderat dan kontekstual kepada masyarakat Kota Bekasi.
“Semoga buku ini memberikan manfaat yang luas dan menjadi salah satu referensi bagi para ulama, tokoh agama, pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Kami tentu mendukung upaya-upaya positif seperti ini,” pungkasnya.
Diketahui, Buku Kompilasi Fatwa Pilihan untuk Masyarakat Kota Bekasi merupakan kumpulan fatwa pilihan yang dihimpun dari keputusan Komisi Fatwa MUI.
Buku tersebut disusun sebagai panduan keagamaan bagi masyarakat perkotaan dengan mengangkat berbagai persoalan aktual, sekaligus isu kebangsaan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan nilai-nilai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).[MG]












