RUANG BEKASI — Lahan sekolah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini disulap menjadi taman yang dapat digunakan sebagai ruang hijau sekaligus area aktivitas bagi siswa SDN Kayuringin Jaya 2 Kota Bekasi.
Taman tersebut dibangun atas inisiatif Ketua Komite SDN Kayuringin 2, Budi Ariyanto, dan diresmikan langsung oleh Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
Peresmian turut dihadiri Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Camat, Lurah, Pengawas SD, Bimaspol serta Ketua RW 16 Kayuringin.
Budi Ariyanto mengatakan, pembangunan taman tersebut merupakan bentuk kepedulian komite sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih nyaman dan mendukung aktivitas siswa.
“Alhamdulillah, taman ini akhirnya bisa diresmikan langsung oleh Ketua DPRD Kota Bekasi dan Kepala Dinas Pendidikan. Kami juga bersyukur seluruh unsur terkait bisa hadir, mulai dari Kabid Disdik bidang sekolah dasar, camat, lurah, pengawas SD, Bimaspol hingga RW 16,” ujar Budi, Rabu (19/8/2026).

Menurut Budi, keberadaan taman di lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya mempercantik kawasan sekolah, tetapi juga memberikan ruang yang lebih terbuka bagi siswa untuk beraktivitas dan belajar di luar ruang kelas.
Ia mengatakan, pemanfaatan lahan sekolah menjadi ruang yang produktif merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih ramah bagi anak.
“Harapannya taman ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak. Sekolah bukan hanya tempat belajar di dalam kelas, tetapi juga harus memiliki lingkungan yang nyaman, sehat dan bisa menjadi ruang tumbuh bagi mereka,” katanya.
Budi Ariyanto yang juga merupakan Ketua Umum SOMASI menambahkan, pembangunan taman tersebut dapat terwujud melalui kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan pendidikan.
Ia berharap, inisiatif serupa dapat dilakukan di sekolah-sekolah lain, khususnya ketika masih terdapat lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi mengapresiasi langkah yang dilakukan Budi Ariyanto sebagai Ketua Komite SDN Kayuringin 2.
Menurut Sardi, pemanfaatan lahan sekolah menjadi taman merupakan bentuk inovasi sederhana tetapi memiliki manfaat besar bagi lingkungan pendidikan.
“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Ketua Komite. Lahan yang ada dimanfaatkan menjadi sesuatu yang produktif dan memberikan manfaat langsung bagi sekolah dan anak-anak,” ujar Sardi.
Ia menilai, keberadaan ruang terbuka di lingkungan sekolah penting untuk mendukung suasana belajar yang lebih nyaman. Selain menjadi ruang hijau, taman juga dapat menjadi sarana interaksi dan aktivitas siswa.
Sardi berharap, inovasi tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik taman, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pemanfaatan secara berkelanjutan.
“Yang paling penting setelah dibangun adalah bagaimana taman ini dirawat dan dimanfaatkan. Jangan sampai hanya bagus saat diresmikan, tetapi setelah itu tidak terurus. Ini harus menjadi ruang yang benar-benar hidup dan digunakan anak-anak,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar kolaborasi antara komite sekolah, pihak sekolah, pemerintah dan masyarakat terus diperkuat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas.
Menurutnya, keterbatasan lahan tidak seharusnya menjadi alasan bagi sekolah untuk tidak menghadirkan ruang hijau. Justru, kreativitas dalam mengelola aset dan lahan yang tersedia menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik.
Peresmian taman SDN Kayuringin 2 tersebut pun menjadi contoh bagaimana kolaborasi dan inisiatif di tingkat sekolah dapat menghadirkan perubahan yang langsung dirasakan oleh warga sekolah, khususnya para siswa.[MG]












