RUANG BEKASI — Pertunjukan Wayang Ajen menjadi salah satu hiburan pembuka rangkaian PNBK Jilid III di Plaza Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (29/8/2026) malam.
Sehari menjelang pelaksanaan acara utama, masyarakat yang memadati kawasan Plaza Patriot disuguhkan pertunjukan seni dari sanggar asal Kota Bekasi tersebut. Penampilan Wayang Ajen memadukan seni pewayangan, tari, dan berbagai unsur pertunjukan modern.
Penampilan tersebut mendapat perhatian masyarakat yang hadir untuk menikmati suasana malam akhir pekan di kawasan Plaza Patriot Candrabhaga.
Wayang Ajen merupakan salah satu kelompok seni asal Kota Bekasi yang konsisten mengembangkan seni tradisional melalui berbagai bentuk pertunjukan. Kiprahnya tidak hanya dikenal di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga telah membawa kesenian Indonesia ke panggung internasional.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap para pelaku seni yang terus menjaga dan mengembangkan kebudayaan tradisional.
“Saya memberikan apresiasi kepada Wayang Ajen yang terus membawa nama Kota Bekasi melalui seni dan budaya. Ini menunjukkan bahwa Kota Bekasi memiliki talenta dan kekayaan budaya yang harus terus dijaga serta diperkenalkan kepada masyarakat luas,” ujar Tri.
Menurut Tri, keberadaan ruang publik seperti Plaza Patriot dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai tempat berkumpul masyarakat, tetapi juga sebagai ruang ekspresi bagi seniman dan pelaku kebudayaan.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk mengenal dan mengembangkan kesenian tradisional.
“Kami ingin ruang publik juga menjadi tempat bagi para seniman lokal untuk menunjukkan kreativitasnya. Mudah-mudahan semakin banyak anak muda yang tertarik mempelajari dan mengembangkan seni budaya yang kita miliki,” katanya.
Pertunjukan Wayang Ajen menambah suasana malam akhir pekan di Plaza Patriot Candrabhaga yang dipadati masyarakat. Warga terlihat menikmati berbagai penampilan yang disajikan hingga pertunjukan berakhir.
Kehadiran Wayang Ajen dalam rangkaian PNBK Jilid III juga menjadi pengingat bahwa seni tradisional masih memiliki ruang di tengah perkembangan hiburan modern.
Selain menjadi tontonan, pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Bekasi.[MG]












