Percepat Penanganan Masalah Sosial di Kota Bekasi, Faisal Dorong IPSM Perkuat Data

RUANG BEKASI — Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal mendorong Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Bekasi memperkuat data dan kebutuhan organisasi sebagai dasar percepatan penanganan berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Dorongan itu disampaikan Faisal saat menerima audiensi pengurus IPSM Kota Bekasi yang dipimpin Ketua Umum Mat Rais Dhani dan Sekretaris Jenderal Ahmad Hidri di Ruang Aspirasi DPRD Kota Bekasi, Senin (7/9/2026).

Menurut Faisal, berbagai persoalan yang ditangani pekerja sosial, mulai dari Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lansia, anak putus sekolah hingga kebutuhan layanan kesehatan, harus didukung data yang jelas agar dapat menjadi dasar kebijakan dan penganggaran pemerintah.

Ia meminta IPSM merapikan struktur kerja sekaligus memperbarui proposal dengan memasukkan data riil mengenai jumlah dan kebutuhan ODGJ, lansia, kebutuhan sumber daya manusia (SDM), hingga proyeksi anggaran yang diperlukan melalui Dinas Sosial.

“Yang paling penting proposalnya dirapikan dulu. Data-datanya harus jelas, mulai dari ODGJ, lansia, kebutuhan SDM sampai kebutuhan anggarannya. Kalau semuanya sudah lengkap, kita bisa dorong bersama-sama supaya penanganannya lebih cepat,” ujar Faisal.

Selain persoalan ODGJ dan lansia, pembahasan juga mencakup kebutuhan fasilitasi anak putus sekolah agar dapat mengakses pendidikan melalui Sekolah Rakyat. IPSM turut menyampaikan kebutuhan kendaraan ambulans untuk menunjang mobilitas pekerja sosial dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Optimalisasi layanan Puskesmas 24 jam juga menjadi perhatian, terutama untuk mempercepat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dalam kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

Faisal menilai, kebutuhan tersebut perlu disusun berdasarkan skala prioritas dan kondisi riil di lapangan. Dengan data yang terukur, DPRD bersama Pemerintah Kota Bekasi dapat lebih mudah menentukan bentuk dukungan, baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran.

“Jangan hanya menyampaikan kebutuhan, tetapi harus terlihat datanya, berapa kebutuhannya dan apa yang paling mendesak. Dari situ kita bisa melihat mana yang harus diprioritaskan,” katanya.

Faisal menegaskan, DPRD akan mendorong penguatan sinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi dan IPSM agar persoalan sosial tidak berhenti pada pendataan maupun penyampaian aspirasi, tetapi berlanjut pada penanganan yang konkret.

Menurutnya, keberadaan pekerja sosial di tingkat masyarakat menjadi penting karena mereka bersentuhan langsung dengan warga yang membutuhkan bantuan. Karena itu, dukungan terhadap kapasitas dan kebutuhan operasional IPSM juga perlu disesuaikan dengan beban kerja di lapangan.

“IPSM ini bekerja langsung di masyarakat. Karena itu, kebutuhannya harus kita lihat secara konkret agar dukungan yang diberikan pemerintah benar-benar bisa mempercepat pelayanan kepada warga,” pungkas Faisal.[MG]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!