RUANG INDONESIA, KOTA BEKASI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuka dapur umum di halaman kantornya untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi para korban terdampak banjir di perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jati Asih, Kota Bekasi.
Koordinator Dapur Umum BNPB, Putri Nandina, menyebutkan bahwa distribusi makanan dilakukan lima kali sehari, menyesuaikan dengan kondisi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak.
“Untuk sahurnya kami siapkan 250 porsi. Sementara itu, untuk pagi, siang, sore, dan malam, kami menyiapkan masing-masing 500 porsi. Untuk berbuka puasa, jumlahnya sama seperti sahur, yakni 250 porsi. Jadi totalnya ada sekitar 2.000 porsi per hari,” kata Putri Nandina, kepada Ruang Indonesia, Rabu, (5/3).
Makanan yang disediakan tidak hanya untuk warga terdampak, tetapi juga bagi para relawan yang terlibat dalam proses evakuasi dan pembersihan pascabanjir.
“Itu (sudah) sama dengan teman-teman relawan yang evakuasi dan pembersihan dari kami,” ungkapnya.
Dapur umum ini akan beroperasi selama masa tanggap darurat, yang ditetapkan selama tujuh hari. Namun, BNPB akan menyesuaikan operasionalnya berdasarkan kondisi di lapangan.
“Di wilayah ini, karena air mulai surut dan warga sudah bisa kembali ke rumah, dapur umum akan dihentikan. Tapi selama warga masih bertahan di tenda pengungsian, layanan dapur umum tetap berjalan,” jelas Putri.
Hingga kini, petugas dan relawan masih terus bekerja untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir terpenuhi. (Rck)












