Hukum, News  

Geger! 127 Kg Sabu dari Thailand Masuk Aceh, Dua Kurir Ditangkap di Tengah Malam

Bungkusan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu hasil penindakan tim gabungan Bea Cukai dan Polri di Aceh Timur. (Dok. ANTARA/HO-Humas Bea Cukai Aceh)

RUANG INDONESIA, ACEH – Sebanyak 127 kilogram narkotika jenis sabu berhasil digagalkan penyelundupannya di Aceh, hasil operasi gabungan selama hampir dua pekan oleh tim gabungan Bea Cukai dan aparat penegak hukum nasional.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Aceh, Leni Rahmahsari, mengatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari operasi intensif yang dilakukan sejak Kamis (24/4) hingga Senin (5/5), melibatkan berbagai instansi mulai dari Bea Cukai Langsa, Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, hingga tim NIC Mabes Polri.

“Tim gabungan berhasil menyita 117 bungkus sabu dari dua lokasi berbeda di Kabupaten Aceh Timur dan Kota Langsa, dengan total berat mencapai 127 kilogram,” ujarnya dalam keterangan pers di Banda Aceh, Selasa, (6/5) sebagaimana dikutip dari Antaranews.

Pengungkapan kasus ini berawal dari analisis intelijen dan informasi mengenai dugaan pengangkutan narkotika dari Thailand melalui jalur laut ke Aceh. Modus yang digunakan terbilang canggih, dengan sabu diselundupkan melalui kapal cepat, kemudian dipindahkan ke kapal nelayan untuk menghindari pantauan petugas.

Satgas Patroli Laut BC 15030 dari Bea Cukai Langsa kemudian memantau titik-titik pendaratan potensial, yang mengarah pada pergerakan narkoba menggunakan sepeda motor menuju wilayah Aceh Utara.

Pada Senin (28/4) malam, tim gabungan menghentikan kendaraan yang mencurigakan dan menemukan 18 bungkus sabu serta mengamankan pelaku berinisial S. Pengembangan kasus kemudian mengarah pada tersangka lain, Z, yang ditangkap bersama 99 bungkus sabu di lokasi penimbunan di pinggir sungai, Gampong Alue Berawa, Kota Langsa.

Seluruh barang bukti dan dua tersangka telah diserahkan kepada tim NIC Bareskrim Polri untuk penyelidikan lebih lanjut dan pengungkapan jaringan internasional yang terlibat.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menghadapi kejahatan terorganisir lintas negara. Ini bukan hanya soal penindakan, tapi juga bagian dari upaya sistematis melindungi masyarakat dari ancaman narkotika,” tegas Leni. (Dn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *