Kasus Anak Tewas Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi Soroti Lemahnya Pengawasan Keluarga

ilustrasi anak dalam keluarga (AI generated)

RUANG INDONESIA, JAKARTA – Kasus meninggalnya seorang anak laki-laki berinisial NZ (12) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga menjadi korban penganiayaan berat oleh ibu tirinya, menjadi alarm serius bagi lemahnya pengawasan dan fungsi perlindungan anak di dalam keluarga.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menegaskan pentingnya penguatan fungsi keluarga sebagai benteng utama perlindungan anak, selain penanganan kasus kekerasan yang sudah terjadi.

Pelaksana Tugas Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Indra Gunawan, mengatakan keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Keluarga tentu menjadi tempat yang diharapkan anak-anak untuk merasa aman dan nyaman sehingga bisa tumbuh secara optimal,” kata Indra Gunawan saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan, ke depan Kementerian PPPA akan terus menggandeng berbagai pihak, termasuk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, untuk memperkuat fungsi-fungsi keluarga dalam mencegah kekerasan terhadap anak sejak dini.

Menurut Indra, penguatan peran keluarga menjadi sangat penting karena banyak kasus kekerasan terhadap anak justru terjadi di lingkungan terdekat, termasuk di dalam rumah.

Kasus di Sukabumi ini menyoroti lemahnya deteksi dini kekerasan dalam keluarga. Korban diketahui sehari-hari tinggal di pesantren dan baru pulang ke rumah saat libur untuk persiapan awal puasa bersama keluarga.

Namun selama berada di rumah, korban diduga mengalami penganiayaan berat oleh ibu tirinya hingga akhirnya meninggal dunia. Korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka lebam dan luka bakar di sejumlah bagian tubuh.

Saat kejadian, ayah korban yang bekerja di Kota Sukabumi mendapat telepon dari istrinya yang meminta agar segera pulang dengan alasan korban jatuh sakit. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Jampang Kulon, namun nyawanya tidak tertolong. (Yd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *