RUANG BEKASI – Wakil Ketua I DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan, menegaskan bahwa perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang berlangsung berdekatan dengan Hari Raya Nyepi 1948 Sakamenjadi simbol kuat toleransi dan kedewasaan sosial masyarakat Kota Bekasi dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Nuryadi mengatakan, dua momentum keagamaan tersebut membawa pesan moral yang sangat dalam bagi kehidupan bermasyarakat.
Idulfitri, menurutnya, mengajarkan pentingnya saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan membangun kebersamaan, sementara Nyepi mengajarkan keheningan, perenungan, serta kesadaran untuk hidup lebih seimbang dan damai.
“Perayaan Idulfitri dan Nyepi yang beriringan harus kita maknai sebagai anugerah kebangsaan. Ini menjadi bukti bahwa Kota Bekasi mampu menjaga kerukunan dan menghadirkan ruang hidup yang harmonis bagi semua,” ujar Nuryadi Darmawan.
Ia menilai, toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat harus terus diperkuat melalui pendidikan sosial, keteladanan tokoh, serta kebijakan publik yang berpihak pada semangat kebersamaan. Menurutnya, pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga suasana kota tetap aman dan kondusif.
Nuryadi juga berharap, semangat dua hari besar keagamaan ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan-persoalan sosial di Kota Bekasi, seperti kebersihan lingkungan, ketertiban wilayah, dan solidaritas antarwarga. Ia menilai, kota yang maju tidak hanya dibangun dari infrastruktur, tetapi juga dari karakter masyarakat yang saling menghormati.
“Kami berharap seluruh warga Kota Bekasi merayakan Idulfitri dan Nyepi dengan penuh kedamaian, rasa hormat, dan kebersamaan. Semoga momentum ini menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan Bekasi yang semakin damai, toleran, dan maju,” pungkasnya.[MG/ADV]












