Nyepi dan Idulfitri Berdampingan, Arief Sebut Perbedaan Keyakinan Harus Jadi Energi Persatuan di Kota Bekasi

RUANG BEKASI Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arief Rahman Hakim, menegaskan bahwa perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang beriringan dengan Hari Raya Nyepi 1948 Sakamenjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bekasi.

Arief mengatakan, kehadiran dua perayaan keagamaan besar dalam waktu hampir bersamaan merupakan simbol bahwa masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Bekasi, mampu hidup berdampingan dalam semangat saling menghormati. Menurutnya, hal ini harus terus dirawat sebagai kekuatan sosial yang berharga.

“Perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi sekat. Justru momen Idulfitri dan Nyepi yang hadir berdekatan ini harus menjadi energi untuk memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan rasa memiliki terhadap Kota Bekasi,” kata Arief Rahman Hakim.

Ia menilai, Idulfitri membawa pesan kuat tentang rekonsiliasi sosial, kepedulian terhadap sesama, dan semangat memulai lembaran baru. Sementara itu, Nyepi mengajarkan pentingnya keheningan, refleksi diri, dan kebijaksanaan dalam menjaga hubungan antarmanusia maupun dengan lingkungan sekitar.

Sebagai Ketua Komisi III yang membidangi infrastruktur dan pembangunan, Arief berharap semangat toleransi juga dapat diterjemahkan dalam pembangunan kota yang adil dan inklusif. Menurutnya, Kota Bekasi harus tumbuh menjadi kota yang bukan hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam karakter sosial, budaya, dan nilai kebangsaan.

“Harapan kami, masyarakat Kota Bekasi terus menjaga persaudaraan dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan. Pembangunan yang kuat harus ditopang oleh masyarakat yang rukun, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai toleransi,” pungkasnya.[MG/ADV]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *