RUANG BEKASI — Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dinilai bukan hanya menjadi momentum spiritual dan silaturahmi, tetapi juga waktu yang tepat bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan publik.
Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto menilai, semangat Idul Fitri harus diterjemahkan kedalam kerja pemerintahan yang lebih responsif, cepat, dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
Politisi asal Partai Gerindra ini menegaskan, pasca-Lebaran, biasanya masyarakat kembali beraktivitas dan membutuhkan pelayanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga perizinan yang optimal.
Karena itu, eksekutif diminta tidak terlena dengan suasana libur panjang, melainkan segera memastikan seluruh perangkat daerah kembali bekerja maksimal dengan standar pelayanan yang baik.
Menurutnya, momen Idul Fitri membawa pesan kesucian hati, pembaruan niat, dan komitmen memperbaiki diri. Nilai-nilai tersebut seharusnya juga tercermin dalam birokrasi pemerintahan.
Murfati menilai, pelayanan publik yang lambat, berbelit, atau kurang ramah justru bertentangan dengan semangat melayani yang seharusnya diperkuat setelah Hari Raya.
Pemerintah Kota Bekasi pun diminta menjadikan masa pasca-Lebaran sebagai ujian nyata apakah koordinasi antardinas berjalan efektif atau justru kembali stagnan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya disiplin aparatur sipil negara setelah cuti bersama. Kehadiran pegawai, kesiapan loket layanan, kecepatan respons aduan masyarakat, hingga kebersihan kantor pelayanan menjadi hal mendasar yang tidak boleh diabaikan.
“Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan prima sejak hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran. Sebagai mitra pengawas, kami menyatakan akan terus mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kinerja eksekutif,” pungkas Murfati.[MG/ADV]












