RUANG BEKASI — Kinerja Pemerintah Daerah pasca-Lebaran selalu menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait kesiapan aparatur pemerintah dalam membuka kembali layanan publik.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Rudy Heryansyah menegaskan bahwa, momen Idul Fitri 1447 Hijriah harus menjadi momentum bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk kembali bekerja dengan disiplin, empati, dan semangat pelayanan yang lebih baik.
Rudy menilai, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan prima sejak hari pertama setelah cuti bersama berakhir.
“Karena itu, seluruh kantor pelayanan, mulai dari kelurahan, kecamatan, puskesmas, hingga dinas teknis, harus memastikan petugas hadir tepat waktu, sistem berjalan normal, dan masyarakat tidak dipingpong dalam proses pengurusan kebutuhan administrasi maupun layanan dasar lainnya,” ujar Rudy.
Menurut politisi asal PDI-Perjuangan itu, momen Idul Fitri bukan hanya soal saling memaafkan, tetapi juga tentang perbaikan sikap dan tanggung jawab.
“Dalam konteks birokrasi, semangat itu harus tercermin dalam perilaku aparatur yang lebih ramah, tidak defensif terhadap kritik, dan mampu melayani warga dengan pendekatan yang humanis. Pelayanan publik yang baik, dimulai dari sikap petugas di meja layanan,” tegas Rudy.
Ia mengingatkan bahwa, banyak keluhan warga justru muncul dari hal-hal sederhana, seperti petugas yang sulit ditemui, jawaban yang tidak jelas, ekspresi yang tidak bersahabat, atau proses yang memakan waktu terlalu lama.
“Hal-hal seperti ini sering dianggap sepele, padahal sangat memengaruhi kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Karena itu, pembinaan internal terhadap frontliner harus menjadi perhatian eksekutif,” imbuhnya.
Sebagai fungsi pengawasan, pihaknya juga menegaskan akan terus memantau sejauh mana komitmen eksekutif dalam memperbaiki kultur pelayanan. Momen Idul Fitri 1447 Hijriah harus menjadi titik balik untuk membangun birokrasi yang lebih disiplin, ramah, dan responsif.
“Pemerintah daerah, harus mampu menunjukkan bahwa pelayanan publik yang bermartabat bisa dimulai dari perubahan sikap dan etos kerja aparatur,” pungkasnya.[MG/ADV]












