RUANG BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) masih menunggu kepastian skema bantuan dari pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan flyover di kawasan Bulak Kapal, menyusul insiden kecelakaan yang terjadi pada 27 April 2026 lalu.
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, menjelaskan bahwa sebelum insiden tersebut, pembangunan flyover memang sudah masuk dalam rencana anggaran tahun berjalan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun, kata dia, telah mengalokasikan dana sebesar Rp20 miliar untuk tahun ini.
Selain itu, proyek ini juga didukung skema pembiayaan multiyears sebesar Rp230 miliar. Sementara untuk pembebasan lahan, Pemkot Bekasi sebelumnya telah menganggarkan Rp56 miliar pada tahun lalu.
”Saat ini nilainya disesuaikan menjadi Rp50 miliar, dan dalam perubahan anggaran direncanakan menjadi Rp60 miliar agar proses pembebasan lahan dapat diselesaikan,” ujar Idi kepada awak media, ditemui di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (4/5/2026).
Namun, pasca kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang tersebut, lanjutnya, Presiden RI Prabowo Subianto disebut memberikan arahan agar pemerintah pusat turut membantu percepatan pembangunan.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah pusat melalui koordinasi dengan Kementerian Koordinator Infrastruktur telah mengindikasikan adanya tambahan dukungan anggaran sebesar Rp200 miliar.
“Kami sudah melakukan rapat awal dengan Kemenko Infrastruktur untuk membahas kepastian anggaran tersebut. Sudah kami sampaikan seluruh kebutuhan dan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Meski demikian, hingga saat ini bentuk bantuan dari pemerintah pusat masih dalam tahap pembahasan. Idi menyebutkan bahwa, skema bantuan tersebut bisa berupa bantuan keuangan langsung atau realisasi fisik proyek melalui kementerian teknis seperti Kementerian Pekerjaan Umum maupun Kementerian Perhubungan.
“Untuk turunan bantuannya seperti apa masih belum pasti. Apakah nanti berupa bantuan keuangan atau langsung pengerjaan fisik oleh kementerian, itu masih kami tunggu,” katanya.
Pemerintah Kota Bekasi berharap dalam waktu dekat ada kejelasan dari hasil koordinasi internal pemerintah pusat.
”Minggu ini kami menunggu arah dari Kemenko Infrastruktur. Mudah-mudahan segera ada kabar sehingga pembangunan flyover bisa dipercepat,” tutup Idi.[MG]












