RUANG INDONESIA, BANDUNG – KONI Jawa Barat menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi atlet yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar XV tahun 2026.
Ketua Umum KONI Jabar, M. Budiana menuturkan, kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka meningkatkan perlindungan dan pemahaman manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja. Terutama bagi para atlet yang akan berlaga di ajang Porprov Jabar XV yang digelar November 2026 ini.
“Kami sudah merasakan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan ini baik untuk atlet, pelatih, hingga karayawan KONI Jabar. Salah satu contohnya saat beberapa atlet kami seperti dari Hoki yang dicover sampai dengan sembuh total oleh BPJS,” kata Budiana saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Selasa (5/5/2026).
Kebermanfaatan BPJS Ketenagakerjaan, lanjut Budiana, sangat penting bagi penerima baik dari sisi kesehatan maupun ketenagakerjaan. Apalagi, para atlet terbaik kabupaten/kota di Jabar akan menghadapi multi event Porprov Jabar XV.
“KONI Kota dan Kabupaten membutuhkan hal ini untuk atlet dan atau pelatih yang tampil di Porprov Jabar XV tersebut. Kita akan mencoba fasilitasi hal itu jika masih ada KONI kota dan kabupaten yang belum bekerjasama,” Budiana menegaskan.
Kepala Bidang Sport Science KONI Jabar, Prof. Hamidie Ronald menuturkan, kerjasama KONI Jabar dengan BPJS Ketenagakerjaan sudah dilakukan. Yakni dengan mengikutsertakan atlet, pelatih hingga ofisial kontingen Jabar pada saat pelaksanaan PON.
“Sekarang menjelang Porprov Jabar XV, saya melihat di sini ada potensi yang kalau dikolaborasikan akan sangat luas sekali. KONI Jabar bisa mengkoordinir dengan mengadakan pertemuan yang mengundang seluruh KONI kabupaten kota untuk memberikan kesempatan kepada BPJS Ketenagakerjaan menerangkan kepada meraka terkait programnya,” Prof. Hamidie.
Dengan upaya tersebut, lanjut dia, sebanyak 17 ribu atlet yang terdaftar mengikuti Porprov Jabar XV bisa menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan sehingga tercover dari sisi resiko cedera. Tidak hanya pada saat event berlangsung, tapi juga pasca Porprov Jabar XV usai.
“Kalau kerjasama KONI Jabar dengan BPJS Ketenagakerjaan bisa dengan membentuk trauma center karena belum tentu ada di RS. Trauma center ini dibentuk khusus untuk rehab medic, cedera dan lainnya,” kata Prof. Hamidie.
Sementara Wakil Kepala Wilayah Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Sudarwoto menjelaskan, banyak manfaat yang bisa diperoleh peserta melalui berbagai program yang disediakan. Saat ini terdapat lima program yang tersedia yakni jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kehilangan pekerjaan.
“Program dari BPJS Ketenagakerjaan ini masih belum banyak yang tahu. Tidak hanya bagi pekerja formal, termasuk bagi pekerja informal seperti bagi atlet, pelatih, karyawan hingga pengurus KONI. Banyak yang bisa dikolaborasikan,” kata Sudarwoto.
BPJS Ketenagakerjaan, lanjut Sudarwoto, merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi setiap profesi. Bukan hanya pekerja formal tapi juga pekerja informal.
“Kami berharap pada event di tahun ini, kami bisa turut berpartisipasi untuk memberikan perlindungan karena banyak manfaat yang bisa dirasakan atlet atau pelatih. Kita bisa cover semua yang penting sesuai indikasi medis dan saat kontrol bisa langsung ke RS yang menanganinya,” Sudarwoto menegaskan. (Ag)












