Perkuat Ekonomi Kreatif, GEKRAFS Bekasi Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

RUANG BEKASI — Penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Bekasi dinilai membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media hingga lembaga keuangan dinilai memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam Talkshow “Kolaborasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menuju Bekasi Maju” yang berlangsung di District 1 Meikarta, Kabupaten Bekasi, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gebrak Vol. 2 dan menghadirkan Ketua DPC GEKRAFS Kota Bekasi drg. Siska A. Yofthie serta Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Kabupaten Bekasi, Nunung Nur’aeni.

Dalam forum tersebut, GEKRAFS Kota Bekasi menyampaikan komitmennya untuk ikut memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah. Organisasi tersebut tidak hanya diarahkan sebagai wadah pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga sebagai ruang untuk mengembangkan talenta, memperluas akses pasar serta meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap perlindungan kekayaan intelektual.

Salah satu fokus yang didorong adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Program Training of Trainers (ToT) menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan para pegiat ekonomi kreatif agar lebih siap menghadapi perkembangan industri.

Penguatan pemasaran juga menjadi perhatian, baik melalui pemanfaatan platform digital maupun kegiatan pemasaran secara langsung. Di sisi lain, pemahaman mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dinilai penting agar karya dan produk kreatif masyarakat memiliki perlindungan hukum sekaligus dapat dikembangkan menjadi aset ekonomi.

Kota Bekasi sendiri dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif yang cukup besar dengan dukungan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, sektor kuliner, kriya dan fesyen dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan.

Selain subsektor tersebut, perkembangan aplikasi, gim dan konten digital juga membuka peluang baru bagi pelaku kreatif di tengah pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

Namun, pengembangan potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan akses pembiayaan, pemasaran, branding serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Karena itu, GEKRAFS Kota Bekasi mendorong penerapan pendekatan Hexahelix yang mempertemukan enam unsur, yakni pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, media dan lembaga keuangan.

Melalui pola kolaborasi tersebut, masing-masing unsur dapat memberikan kontribusi sesuai perannya. Pemerintah dapat mendukung melalui kebijakan dan regulasi, akademisi melalui riset dan pengembangan kapasitas, dunia usaha melalui akses pasar, lembaga keuangan melalui pembiayaan, komunitas melalui kreativitas, serta media melalui publikasi dan perluasan jangkauan informasi.

Selain memperkuat ekosistem di Kota Bekasi, GEKRAFS Kota Bekasi juga tengah mempersiapkan perluasan jejaring organisasi ke Kabupaten Bekasi.

Ketua DPC GEKRAFS Kota Bekasi, drg. Siska A. Yofthie mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas pelaku ekonomi kreatif di wilayah Bekasi Raya.

Menurutnya, perkembangan ekonomi kreatif tidak semestinya dibatasi oleh wilayah administratif. Kota dan Kabupaten Bekasi memiliki potensi yang dapat saling melengkapi apabila dibangun melalui kerja sama yang lebih luas.

“Saat ini kami sedang dalam tahap persiapan untuk perluasan wilayah GEKRAFS ke Kabupaten Bekasi. Harapannya, ekosistem ekonomi kreatif di Bekasi Raya dapat semakin terhubung dan saling menguatkan. Kota dan Kabupaten Bekasi memiliki potensi yang besar, sehingga kolaborasi menjadi kunci agar potensi tersebut dapat berkembang lebih maksimal,” ujar Siska dalam keterangannya di Bekasi, Kamis (13/8/2026).

Ia menegaskan, rencana perluasan tersebut bukan semata-mata untuk memperbesar organisasi, melainkan membangun jaringan dan menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku ekonomi kreatif.

Kolaborasi lintas wilayah diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi UMKM, komunitas kreatif, kreator konten, pelaku pariwisata dan pelaku usaha dari berbagai subsektor ekonomi kreatif, termasuk melalui kegiatan promosi, event, penguatan branding, perluasan pasar, peningkatan kapasitas SDM serta perlindungan kekayaan intelektual.

Dengan terbangunnya jejaring yang lebih kuat antara Kota dan Kabupaten Bekasi, pengembangan ekonomi kreatif diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan baru bagi Bekasi Raya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih kompetitif.[MG]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!