RUANG BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan langkah untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, musibah yang terjadi di NTT menjadi perhatian Pemerintah Kota Bekasi. Ia menilai, solidaritas antardaerah penting dibangun ketika masyarakat di wilayah lain tengah menghadapi bencana.
Hal itu disampaikan Tri usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun M. Hasibuan, Senin (17/8/2026).
“Saudara-saudara kita di NTT sedang menghadapi musibah, dan tentu kita ikut merasakan duka yang mereka alami. Kemerdekaan juga harus kita maknai dengan memperkuat rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama,” kata Tri, dikutip Selasa (18/8/2026).
Tri mengatakan, Pemkot Bekasi akan berkoordinasi dengan perangkat daerah untuk menentukan bentuk bantuan yang memungkinkan diberikan. Menurutnya, bantuan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana agar tidak sekadar menjadi simbol kepedulian.
“Saya sudah sampaikan, ini harus kita respons dengan empati yang diwujudkan dalam tindakan. Kita akan lihat apa yang bisa kita bantu dan bentuk dukungan apa yang paling dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di NTT,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya koordinasi sebelum bantuan disalurkan. Selain memastikan bantuan sesuai kebutuhan, langkah tersebut diperlukan agar dukungan dari pemerintah daerah dapat berjalan melalui mekanisme yang tepat.
“Jangan sampai kita hanya menyampaikan rasa prihatin. Kalau memang ada kebutuhan yang bisa kita dukung, tentu kita harus hadir. Prinsipnya bantuan harus tepat, terkoordinasi dan memberikan manfaat,” kata Tri.
Menurut Tri, kepedulian terhadap daerah yang dilanda bencana bukan hal baru bagi Kota Bekasi. Pemkot Bekasi sebelumnya juga pernah memberikan dukungan bagi masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak bencana, termasuk Aceh.
Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi bagian dari semangat solidaritas yang perlu terus dijaga. Pemerintah daerah, menurutnya, dapat mengambil peran sesuai kapasitas dan kewenangannya, sementara masyarakat juga dapat ikut bergerak melalui berbagai bentuk bantuan.
“Bekasi ini bagian dari Indonesia. Ketika ada saudara kita yang mengalami musibah, kita tidak boleh merasa bahwa itu jauh dari kita. Kita punya tanggung jawab moral untuk ikut membantu,” ujarnya.
Tri berharap penanganan pascabencana di NTT dapat berlangsung cepat sehingga masyarakat terdampak segera memperoleh pertolongan, termasuk kebutuhan dasar dan dukungan untuk proses pemulihan.
Ia juga mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk ikut mendoakan keselamatan warga yang terdampak serta para petugas yang berada di lokasi bencana.
“Kita doakan saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan dan keselamatan. Dari Bekasi, kami turut berduka dan siap mengambil bagian dalam membantu sesuai kemampuan yang kita miliki,” pungkas Tri.[MG]












