Siap Jadi Rujukan Keagamaan bagi Masyarakat, MUI Kota Bekasi Terbitkan Kompilasi Fatwa Pilihan

RUANG BEKASI — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi menerbitkan Buku Kompilasi Fatwa Pilihan untuk Masyarakat Kota Bekasi sebagai salah satu upaya menghadirkan rujukan keagamaan yang relevan dengan kehidupan masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan kontemporer.

Buku tersebut diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi Fatwa MUI sekaligus serah terima buku Kompilasi Fatwa Pilihan untuk masyarakat Kota Bekasi. Kegiatan ini dihadiri sejumlah unsur pemerintahan, organisasi Islam dan pemangku kepentingan terkait.

Ketua MUI Kota Bekasi, KH Saifuddin Siroj mengatakan, penyusunan kompilasi tersebut dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat terhadap rujukan keagamaan yang mudah diakses dan dapat menjadi pedoman dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan.

Menurutnya, buku tersebut merupakan kumpulan fatwa yang dipilih dari keputusan Komisi Fatwa MUI, dengan materi yang mencakup berbagai persoalan mulai dari akidah, sosial budaya, muamalah digital, hingga persoalan kehalalan produk pangan, obat-obatan dan aspek medis.

“Buku ini kami susun sebagai rujukan bagi masyarakat Kota Bekasi dalam memahami berbagai persoalan keagamaan. Terlebih perkembangan kehidupan masyarakat saat ini menghadirkan banyak persoalan baru yang membutuhkan panduan dari sisi hukum Islam,” ujar Saifuddin Siroj, Selasa (18/8/2026).

Ia menjelaskan, Kompilasi Fatwa Pilihan tersebut tidak hanya memuat persoalan keagamaan yang bersifat sehari-hari, tetapi juga membahas isu-isu kontemporer dan kebangsaan. Di dalamnya terdapat keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia terkait Masail Fiqhiyyah Mu’ashirah maupun Masail Asasiyyah Wathaniyyah.

Materi yang dihimpun antara lain berkaitan dengan etika dalam kehidupan demokrasi, persoalan sosial kemasyarakatan, serta nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Harapannya, buku ini tidak hanya menjadi pegangan bagi masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kebijakan dan lembaga keagamaan sebagai referensi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.

Untuk cetakan awal, MUI Kota Bekasi mencetak sebanyak 32 eksemplar. Buku tersebut selanjutnya didistribusikan kepada sejumlah stakeholder sebagai bagian dari sosialisasi dan penguatan pemahaman terhadap fatwa-fatwa MUI.

Penerima buku di antaranya MUI tingkat kecamatan yang tersebar di 12 kecamatan di Kota Bekasi, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi, serta sejumlah organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Dewan Dakwah Indonesia dan organisasi Islam lainnya.

Saifuddin berharap distribusi awal tersebut dapat menjadi langkah awal agar materi dalam kompilasi fatwa dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Ini merupakan cetakan awal. Kami berharap buku ini bisa menjadi rujukan bersama dan nantinya dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pihak yang dapat memperoleh manfaat dari kompilasi fatwa ini,” ujarnya.

Buku Kompilasi Fatwa Pilihan untuk Masyarakat Kota Bekasi sendiri memuat panduan keagamaan yang disusun untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban. Materinya mencakup persoalan akidah, sosial budaya, muamalah digital, kehalalan produk pangan, obat-obatan dan persoalan medis, sekaligus isu-isu kontemporer dan kebangsaan.

Melalui penerbitan dan pendistribusian buku tersebut, MUI Kota Bekasi berharap masyarakat memiliki akses terhadap rujukan keagamaan yang dapat membantu membangun kehidupan sosial yang religius, harmonis dan tetap selaras dengan perkembangan zaman.[MG]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!