Wali Kota Bekasi Geram, Temukan Toilet Sekolah Bau dan Kotor: “Dana BOS Dipakai Buat Apa?”

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto melakukan inspeksi ke sejumlah sekolah di Margahayu (Dok. Humas Pemkot)

RUANG INDONESIA, BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dibuat naik pitam saat melakukan sidak ke sebuah sekolah dasar dan mendapati kondisi toilet yang sangat memprihatinkan. Dua toilet di lingkungan sekolah tersebut tercium bau tak sedap dan dalam keadaan kotor, bahkan anak-anak secara spontan ikut berteriak menyuarakan keluhan mereka.

“Dana BOS bisa digunakan untuk perbaikan sarana seperti ini. Anak-anak ini menghabiskan waktu seharian di sekolah, jadi sudah seharusnya kebersihan dan kenyamanan menjadi prioritas utama,” tegas Wali Kota dengan nada kesal.

Tri langsung memanggil Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan Kepala Bidang Sekolah Dasar di tempat, mempertanyakan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ia menekankan bahwa dana tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak seperti perbaikan toilet, bukan untuk hal-hal yang tidak berdampak langsung kepada kenyamanan siswa.

“Kalau toiletnya saja bau dan kotor sampai harus dilaporkan, pengawas sekolah selama ini kerja apa?” cetusnya dengan nada tajam.

Wali Kota juga menyentil lemahnya pengawasan dari pihak sekolah. Menurutnya, keberadaan pengawas bukan hanya simbolis, tetapi harus benar-benar memastikan lingkungan sekolah layak dan mendukung proses belajar.

Secara pribadi, Tri menegaskan dirinya tak akan menyekolahkan anak di tempat dengan kondisi toilet yang tak layak.

“Kalau toiletnya saja jorok, bagaimana kita bisa bilang sekolah itu baik? Ini soal kenyamanan dan kesehatan anak-anak,” ujarnya.

Ia memerintahkan Dinas Pendidikan untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh sekolah di Kota Bekasi terkait kondisi sarana dan prasarana. Selain itu, para pengawas sekolah juga diminta untuk memperbaiki pola kerja dan pengawasan.

“Sudah saatnya kita berhenti tutup mata. Infrastruktur dasar seperti toilet adalah hak anak-anak. Ini bukan soal mewah, ini soal layak atau tidak,” pungkasnya. (Dn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *