RUANG INDONESIA, BEKASI – Sudah lebih dari sepekan sejak insiden penganiayaan terhadap Sutiyono (39), seorang satpam Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat, terjadi.
Namun, keluarga pelaku belum menunjukkan itikad baik. Tak ada permintaan maaf, tak juga ada bentuk tanggung jawab terhadap korban yang sempat koma empat hari pascakejadian.
Kuasa hukum korban, Subadria Nuka, menegaskan bahwa kasus ini harus terus diproses secara hukum, terlepas dari status pelaku yang masih remaja.
“Penganiayaan ini terjadi bukan karena kesalahpahaman kecil. Ini bentuk kekerasan yang mengancam nyawa korban,” ujarnya, Senin (7/4/2025) saat ditemui di RS Mitra Keluarga, Kota Bekasi
Peristiwa itu bermula saat Sutiyono menegur pengunjung rumah sakit yang menggunakan knalpot brong dan parkir sembarangan di area IGD. Tindakan tersebut justru berujung penganiayaan.
Ironisnya, alih-alih meminta maaf, pihak keluarga pelaku justru diduga melakukan intimidasi saat proses mediasi.
Istri korban, Ratrichsani, mengungkapkan bahwa ayah pelaku bahkan sempat mengancam akan membawa massa dari ormas tertentu dan oknum aparat untuk “menyelesaikan” masalah.
“Ya, dia bilangnya mau bawa orang Polda ya, sama F** (ormas),” ungkap dia.
Pihak rumah sakit memastikan bahwa dukungan terhadap korban terus diberikan, termasuk menyerahkan bukti-bukti kepada penyidik. Namun hingga kini, pelaku belum ditahan.
“Ini sudah bukan lagi masalah pribadi. Ini soal keadilan dan keselamatan pekerja yang menjalankan tugasnya,” tegas Stein Siahaan, kuasa hukum lainnya.
Diketahui belakangan ramai kasus penganiayaan terhadap satpam Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi berinisial S (39) hingga kejang dan muntah darah.
Informasi terakhir polisi telah mengidentifikasi terduga pelaku penganiayaan.
“Pelakunya sudah teridentifikasi, karena keluarga pasien,” kata Kanit Reskrim Polsek Bekasi Selatan AKP Imam Prakoso saat dihubungi, Sabtu (5/4/2025).
Pelaku diketahui pria kelahiran tahun 2000. Dia merupakan keluarga salah satu pasien yang tengah dirawat di RS Mitra Keluarga Bekasi. Pihak RS sudah membuat laporan terkait penganiayaan yang terjadi.
“Itu kan pelakunya kelahiran tahun 2000, tuh. Masih anak-anak, makanya ya ditegur, ya nggak terimalah, ya marahlah dia gitu. Termasuk keluarga pasien, dan sudah teridentifikasi data pelakunya, orang Bekasi juga,” tuturnya.
Polisi mengungkap pemicu penganiayaan satpam di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi berinisial S (39) oleh pihak keluarga pasien hingga mengalami kejang dan muntah darah. Penganiayaan terjadi setelah korban menegur pelaku yang parkir di depan ruang instalasi gawat darurat atau IGD.
Imam mengatakan peristiwa terjadi pada Sabtu (29/3). Saat itu pelaku datang ke rumah sakit untuk mengunjungi keluarga yang tengah dirawat. Satpam lalu menegur keluarga pelaku lantaran memarkirkan kendaraannya di depan ruang IGD.
“Keluarga pasien mau memarkirkan kendaraan karena di depan IGD, ditegur sama sekuriti untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman, tidak mengganggu lalu lintas jalan,” ujarnya.
Merasa tak terima, pelaku lalu memukul satpam tersebut. Korban disebut-sebut sampai kejang hingga muntah darah lantaran kepalanya terbentur lantai saat dianiaya.(Dn)












