Belasan Petani Cianjur Jadi Korban Utang “Siluman”, Gubernur Bakal Investigasi

Petani Cianjur bertemu Gubernur Jabar (Dok. Ist)

RUANG INDONESIA, BANDUNG – Belasan petani asal Kabupaten Cianjur mengadu ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, karena menjadi korban utang ‘siluman’. Para petani yang berasal dari berbagai desa seperti Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang dan Desa Girijaya, Kecamatan Cibinong, tiba-tiba tercatat memiliki utang hingga Rp45 juta di bank, padahal mereka merasa tidak pernah mengajukan pinjaman sebesar itu.

Gubernur Dedi Mulyadi menduga pencatutan data para petani dilakukan oleh perusahaan permodalan yang bermitra dengan bank.

Nama perusahaan yang disebut para petani adalah PT Crowde, yang diduga menyalurkan bantuan modal namun memanipulasi data hingga menciptakan utang fiktif.

“Saya akan telusuri perusahaan ini, termasuk domisilinya dan siapa pemiliknya. Saya juga akan konfirmasi langsung ke pihak bank,” ujar KDM dalam video yang diunggah di media sosialnya.

Pihak Bank Bjb melalui Direktur Utama, Yusuf Saadudin, mengakui adanya kerjasama dengan fintech Crowde untuk program bantuan UMKM, namun terdapat kesalahan dalam pelaksanaannya. Ia menegaskan bahwa kasus ini akan segera diusut tuntas.

Dilansir dari beritacianjur.com, nilai bantuan yang seharusnya diterima petani adalah Rp45 juta, namun kenyataannya, mereka hanya menerima barang atau modal senilai Rp5 juta. (Yd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *